‘Sharing as One’ di Medan Sunggal: Bangkitkan Semangat Belajar Anak Kurang Mampu

Foto bersama dengan sejumlah anak-anak di Kecamatan Medan Sunggal. (foto:istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepedulian terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Medan Sunggal mendorong digelarnya kegiatan charity untuk memberikan dukungan moral dan motivasi belajar agar anak-anak tetap memiliki semangat meraih masa depan.
Program bertajuk ‘Sharing as One: One Act of Kindness, A Thousand Hopes This Ramadan’ merupakan kolaborasi antara English 1 Medan Ringroad, PKK Kecamatan Medan Sunggal, dan Ecoeducare yang digelar di Aula Kantor Camat Medan Sunggal.
Sharing as One disebut menjadi cerminan semangat kebersamaan dalam mewujudkan kepedulian sosial, sementara One Act of Kindness, A Thousand Hopes This Ramadan menggambarkan bahwa setiap kebaikan, sekecil apapun, akan menumbuhkan harapan besar bagi masa depan generasi muda.
Camat Medan Sunggal, Irfan Abdilla, mengapresiasi kegiatan sosial yang melibatkan berbagai pihak dalam mendukung pendidikan anak-anak di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian lembaga pendidikan dan komunitas terhadap anak-anak.
“Kita berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Ia menilai kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangun generasi muda yang berdaya serta berpendidikan.
Perwakilan English 1 Medan Ringroad, Silvia Decmerry Natalia Gea, mengatakan kegiatan Sharing as One merupakan bagian dari komitmen lembaga pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada proses belajar di kelas, tetapi juga menghadirkan dampak sosial bagi masyarakat.
“Pendidikan juga berbicara tentang menumbuhkan kepedulian, harapan, dan keberanian bagi anak-anak untuk bermimpi. Kami berharap setiap kebaikan yang dibagikan hari ini dapat menjadi harapan baru bagi masa depan mereka,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak juga mengikuti berbagai aktivitas edukatif, termasuk English Fun Class. Melalui pendekatan permainan edukatif dan aktivitas interaktif, anak-anak diajak belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan permainan interaktif, sesi berbagi, serta tausiyah yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
Dukungan terhadap kegiatan yang memadukan edukasi dan kepedulian sosial ini juga datang dari komunitas Ecoeducare. Sekretaris Ecoeducare, Lassinar Pasaribu, berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak anak yang memperoleh motivasi untuk belajar.
“Kami juga berharap ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak sehingga mereka tumbuh dengan semangat belajar dan kepedulian terhadap sesama,” katanya. (hm27)






















