Revitalisasi UKS SMAN 2 Medan Tingkatkan Layanan Kesehatan dan Kenyamanan Siswa

Bidan Widya memeriksa seorang siswa yang berobat di UKS SMAN 2 Medan. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung proses pendidikan. Hal itu disampaikan Widya, bidan yang bertugas di UKS SMA Negeri 2 Medan.
Menurutnya, sebagai garda terdepan layanan kesehatan di lingkungan sekolah, UKS berperan memberikan pertolongan pertama, pemantauan kesehatan, hingga edukasi pola hidup sehat bagi peserta didik.
Karena itu, ia menilai revitalisasi fasilitas UKS merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. Pada akhir tahun lalu, SMAN 2 Medan menjadi salah satu sekolah yang menerima bantuan revitalisasi, termasuk untuk pengembangan fasilitas UKS.
Gedung UKS tersebut dibangun melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari dana bantuan pemerintah sebesar Rp136.555.996.
Widya, yang mulai bertugas di sekolah tersebut pada Januari 2026, menilai revitalisasi itu memberikan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan bagi siswa.
"Sejauh ini kegiatan di UKS cukup positif. Saya juga alumni SMAN 2 Medan, jadi bisa melihat perkembangan sekolah ini. Dulu UKS hanya satu ruangan kecil, sekarang sudah lebih luas dan memiliki tiga tempat tidur," ujarnya saat ditemui Mistar, Senin (22/6/2026).
Menurut Widya, keluhan kesehatan yang paling sering ditangani di UKS antara lain demam, pusing, hingga siswa yang mengalami kecelakaan ringan saat beraktivitas di lingkungan sekolah maupun dalam perjalanan menuju dan pulang dari sekolah.
Meski fasilitas UKS saat ini sudah cukup lengkap, Widya berharap ke depan tersedia alat pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk memantau kadar darah siswa, terutama siswi yang memasuki masa remaja. Dengan alat tersebut, kondisi anemia dapat dideteksi lebih dini dan mendukung program pemberian tablet tambah darah.
"Alat-alat yang kami miliki sudah cukup lengkap. Ada alat ukur tinggi dan berat badan, tensimeter, stetoskop, alat pengukur saturasi oksigen, serta termometer. Kami berharap fasilitas ini terus ditingkatkan dan dimanfaatkan dengan baik oleh siswa karena sekarang sudah jauh lebih bagus dan nyaman," tuturnya.
Manfaat revitalisasi UKS juga dirasakan langsung oleh para siswa. Josephine Aurora Hutabarat, siswi kelas XI SMAN 2 Medan, mengaku kondisi UKS saat ini jauh lebih nyaman dibandingkan sebelumnya.
"Dulu tempat tidurnya hanya satu. Kalau ada siswa pingsan, kadang harus menggunakan tandu lipat. Kursinya juga kursi besi sehingga kurang nyaman. Sekarang ruangannya lebih luas dan fasilitasnya lebih baik," ujarnya.
Josephine mengaku pernah memanfaatkan layanan UKS saat mengalami pusing ketika menstruasi. Menurutnya, fasilitas yang lebih baik dan penanganan yang cepat membuat siswa merasa lebih tenang ketika membutuhkan bantuan kesehatan.
Meski demikian, para siswa masih memiliki sejumlah masukan, seperti penambahan fasilitas penunjang kesehatan berupa infus darurat dan vitamin yang dapat digunakan dalam kondisi tertentu.
"Kami juga berharap program-program seperti ini bisa terus dilanjutkan agar seluruh fasilitas sekolah mendapatkan peningkatan dan perbaikan yang merata," katanya.
Pentingnya penguatan UKS juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dalam kegiatan Penguatan Peran UKS Tahun 2025 di Karawang, Jawa Barat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa UKS harus menjadi ujung tombak peningkatan kesehatan peserta didik sekaligus sarana membangun karakter anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Menurutnya, kesehatan peserta didik merupakan fondasi utama keberhasilan pendidikan. Karena itu, UKS harus hadir sebagai wadah pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat yang didukung sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, sektor kesehatan, dan masyarakat.
PREVIOUS ARTICLE
O2SN SMP 2026 Resmi Dibuka, Peserta Nyaris 1.000 Siswa























