Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

PUBG, Bersekolah Gratis di Sumut, Dimulai di Kepulauan Nias Tahun 2026

Mistar.idSabtu, 15 November 2025 pukul 12.31 WIB
pubg_bersekolah_gratis_di_sumut_dimulai_di_kepulauan_nias_tahun_2026

Kepala Disdik Sumut, Alexander Sinulingga. (foto:Diskominfo Provsu/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) resmi ditetapkan untuk mulai berjalan pada tahun ajaran 2026/2027, dengan Kepulauan Nias menjadi wilayah pertama yang merasakan manfaatnya.

Sebanyak 41.876 siswa SMA/SMK/SLB Negeri di wilayah tersebut akan dibebaskan sepenuhnya dari biaya SPP. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut.

Alexander menegaskan bahwa PUBG merupakan bagian dari Program Terbaik Hasil Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Bobby Nasution, yang dirancang untuk memastikan seluruh pelajar dapat mengakses pendidikan menengah tanpa pungutan apa pun.

“Kita ingin semua pelajar mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih adil,” kata Alexander dalam keterangan tertulis yang diterima Mistar, Sabtu (15/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa kajian konsultan mengenai skema penerapan PUBG telah mencapai 75%, mencakup survei terhadap 539 sekolah. Kajian tersebut ditargetkan rampung pada akhir Desember, kemudian dilanjutkan penyusunan petunjuk teknis dan penyesuaian kurikulum.

Untuk tahap awal, alokasi anggaran bagi Kepulauan Nias mencapai Rp21,484 miliar per semester. Program ini kemudian akan diperluas secara bertahap ke zona lain, antara lain:

- Zona pantai barat: Rp23,461 miliar per semester

- Zona dataran tinggi: Rp58,712 miliar per semester

- Zona pantai timur: Rp98,763 miliar per semester.

Ditargetkan seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di Sumut akan bebas pungutan biaya pendidikan pada 2029 mendatang.

Selain itu, Alexander juga menyampaikan bahwa Disdik Sumut sedang menyiapkan program digitalisasi pendidikan, mulai dari penguatan literasi digital hingga penerapan kurikulum koding dan kecerdasan artifisial.

“Digitalisasi adalah kunci transformasi pendidikan. Kita ingin anak-anak Sumut siap menghadapi tantangan masa depan,” ucapnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN