Pelaksanaan TKA Akan Berakhir, Wamendikdasmen Fajar: Evaluasi Kendalanya untuk Perbaikan ke Depan

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq saat berkunjung ke SDN di Medan. (foto: Susan/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Tes Kompetensi Akademik (TKA) tingkat SD di Kota Medan akan berakhir pada 30 April 2026. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan secara umum, pelaksanaan TKA perdana tahun ini berjalan lancar dengan kendala yang relatif minim.
Fajar mengungkapkan hingga mendekati akhir pelaksanaan, pihaknya tidak menerima laporan persoalan signifikan dari lapangan. Kendala yang muncul umumnya bersifat teknis, seperti gangguan listrik dan koneksi internet, namun dapat segera diatasi tanpa mengganggu keseluruhan proses ujian.
Meski demikian, ia menyebutkan beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan TKA ke depan. Dari sisi pengawasan, ia menilai terdapat peningkatan signifikan dibanding pelaksanaan di jenjang sebelumnya.
“Waktu di SMA sempat ada kasus kan, ada orang yang mengupload soal di media sosial, viral juga. Nah alhamdulillah untuk SMP dan SD ini tidak terjadi. Artinya, para guru di sekolah, para pengawas, termasuk proktor sudah lebih antisipatif,” katanya kepada Mistar, Selasa (28/4/2026).
Ia juga menambahkan TKA ini bertujuan untuk mengasah dan membangun kejujuran serta integritas siswa sejak dini. “Dan mudah-mudahan dengan TKA perdana ini sukses di SD, tahun depan kita bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Selain itu, Fajar juga menyebutkan para siswa yang ditemuinya mengaku tidak ada merasa tertekan ataupun takut saat mengikuti TKA, terlebih karena sebelumnya pihak sekolah juga telah melakukan simulasi.
Meski demikian, Fajar menegaskan bahwa TKA tidak berfungsi sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai alat ukur kemampuan individu siswa. Karena itu, ia mendorong agar hasil TKA nantinya digunakan sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Tadi saya sampaikan, apapun hasil TKA besok, anak-anak kita jangan bersedih hati atau berputus asa. Karena TKA ini memang tidak menentukan kelulusan, yang kedua lebih untuk mengukur kemampuan individual,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi dan numerasi sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan TKA. Menurutnya, kemampuan membaca menjadi kunci dalam menjawab soal-soal yang diberikan.
“Tadi saya bilang, kalau bisa sehari satu halaman, naik ke dua halaman, sampai ke tiga halaman. Jadi ini sebenarnya pesan moralnya adalah bukan hanya skor TKA-nya nanti, tapi kebiasaan anak-anak kita melatih kemampuan literasi numerasi di kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SDN 060864, Asih, menyebutkan siswa yang mengikuti TKA di sekolahnya berjumlah 31 orang dengan pembagian waktu dua sesi per harinya.
Ia mengaku senang atas kunjungan Wamendikdasmen untuk memantau pelaksanaan pembelajaran di sekolah. “Pak wamen kan tadi sudah berkunjung, apalagi ke sekolah kecil seperti kami ini kan, kami merasa diperhatikan. Semogalah kami di kasih ruang digitalisasi,” ucapnya.
Teknisi TKA di SDN 060864, Siska Hutapea menyebutkan bahwa untuk melengkapi sarana prasana seperti laptop yang masih terbatas, para guru juga turut bekerja sama memberikan perangkat masing-masing untuk digunakan siswa saat TKA.
Selain itu, Siska juga berharap agar sarana prasarana sekolah seperti smartboard dapat ditambah agar dapat digunakan dalam proses belajar mengajar dengan maksimal.

























