Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kunjungi SDN di Medan, Wamendikdasmen Tinjau TKA dan Penggunaan IFP

Mistar.idSelasa, 28 April 2026 17.57
journalist-avatar-top
SH
kunjungi_sdn_di_medan_wamendikdasmen_tinjau_tka_dan_penggunaan_ifp

Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq saat mengunjungi dua SDN di Kota Medan. (foto: Susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq melakukan kunjungan ke dua Sekolah Dasar (SD) Negeri di Medan. Kunjungannya ini bertujuan untuk meninjau beberapa kegiatan di sekolah termasuk pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Saat meninjau SD Negeri 060862 dan 060864 Medan itu, ia menemukan penggunaan interactive flat panel (IFP) di kelas masih terbatas pada sebagian siswa. Karena itu, ia meminta agar ke depan setiap murid mendapat kesempatan menggunakan perangkat tersebut secara rutin.

“Tadi sudah saya sampaikan kepada para guru agar ke depan diagendakan setiap hari ada murid kita yang menggunakan IFP,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya pemanfaatan platform pembelajaran digital Rumah Pendidikan. Ia menyebutkan, dari hasil pengecekan di lapangan, masih banyak guru yang belum familiar dengan platform tersebut.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan masih adanya hambatan implementasi kebijakan dari pusat ke daerah, terutama dalam hal komunikasi dan sosialisasi.

“Nah ini artinya kunjungan ke lapangan seperti ini ada fungsinya untuk meng-clearing atau debottlenecking ketika ada kebijakan di pusat, di daerah yang belum berjalan sebagaimana baiknya,” tuturnya.

Di sisi lain, ia melihat pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) berjalan lancar. Ia menilai desain soal TKA yang berbasis narasi panjang menjadi langkah strategis dalam melatih kemampuan literasi siswa sejak dini.

“Mereka (para siswa) melihat desain pertanyaan TKA ini menggunakan cerita yang lumayan panjang sehingga mereka harus membaca lebih hati-hati lagi. Artinya kita melatih kemampuan literasi anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu tujuan dari TKA adalah untuk melihat kemampuan literasi dan numerasi siswa. Sehingga dapat memetakan kualitas atau kemampuan siswa.

“Dengan cara itu kami di kementerian punya cara yang lebih terukur dalam melakukan intervensi kebijakan sehingga persoalan rendahnya literasi numerasi bisa kita atasi,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN