TKA di SDN Medan Tuntungan Berjalan Lancar, Siswa Ungkap Soal Tersulit

Siswa SDN 068008 saat melaksanakan TKA. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SDN 068008 Medan Tuntungan sudah berjalan sejak 22 dan 23 April lalu. Kepala UPT SDN 068008 Medan Tuntungan, Tukiman mengatakan, pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan kelancaran ujian, mulai dari pelatihan hingga try out.
Guru juga dituntut aktif membimbing siswa dengan membahas berbagai kemungkinan soal. “Kami juga mengarahkan anak-anak belajar dari berbagai sumber, termasuk internet. Jadi saat ujian mereka tidak kaget,” katanya saat ditemui Mistar di sekolah, Senin (27/4/2026).
Tukiman menyebutkan, dari total 50 siswa kelas VI yang mengikuti TKA, satu siswa menjalani TKA seorang diri pada sesi awal 22-23 April 2026. Sisanya yaitu 49 orang lagi, melaksanakan TKA pada Senin-Selasa (27-28 April 2026) dengan beberapa sesi.
“Memang begitu yang sudah ditentukan dari dinasnya, jadi tidak bisa kita ubah lagi. Satu siswa itu terpisah dari kawan-kawannya, ya kita laksanakan saja sesuai aturan. Tapi mudah-mudahan aman kok,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dari sisi fasilitas, sekolah mengandalkan kombinasi perangkat yang ada. Sebanyak empat laptop milik sekolah, empat milik guru, serta tujuh unit pinjaman dari sekolah lain digunakan untuk mendukung pelaksanaan TKA, ditambah dua unit cadangan.
Meski sempat terjadi kendala kecil pada koneksi internet dan performa komputer, secara umum pelaksanaan TKA disebutnya berjalan lancar.
“Sejauh ini tidak ada kendala berarti. Karena kemarin sebelumnya kan sudah latihan. Sebelum TKA, bulan dua, sudah ada tes try out tadi. Sudah ada dicoba. Dan mereka semua mudah-mudahan lancar,” tuturnya.
Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar justru datang dari kesiapan mental siswa. Rasa gugup dan cemas masih dirasakan sebagian peserta. Karena itu, pihak sekolah terus memberikan motivasi.
“Kami bilang ke anak-anak, jawab saja yang bisa, jangan sampai kosong. Yang sulit bisa dilewati dulu,” ujarnya.
Tukiman berharap pelaksanaan TKA ini dapat menjadi tolok ukur kemampuan akademik siswa sekaligus bahan evaluasi bagi orang tua dan sekolah.
“Dengan TKA ini, kita bisa melihat sejauh mana hasil belajar anak. Orang tua juga jadi tahu perkembangan anaknya. Mudah-mudahan anak-anak juga mendapatkan nilai yang bagus ya,” katanya.
Terpisah, Clarissa Zayu Manalu, 11 tahun, salah satu siswa SDN 068008 Medan Tuntungan, mengaku sempat merasa gugup dan khawatir di awal mengikuti TKA.
Ia mengatakan, sejumlah soal numerasi yang diujikan terasa cukup sulit. “Menurut saya beberapa soal susah untuk dimengerti,” katanya. Meski demikian, ia memastikan semua soal tetap diisi semaksimal mungkin.
Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga mengungkapkan kegugupannya bertambah saat ada gangguan internet di perangkatnya. “Deg-degan, apalagi sempat ada gangguan internet. Tapi syukurnya cepat diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, persiapannya dilakukan dengan belajar lebih intens bersama ayahnya yang seorang guru fisika. “Waktu belajar jadi lebih lama, ditambah jam belajarnya,” katanya.
Berbeda dengan Clarissa, Axel Guardiola Tanjung, 12 tahun, juga merasakan tekanan tersendiri saat harus tampil memimpin doa sebelum ujian dimulai. “Saya gugup waktu itu, tapi setelah selesai ujian jadi lega,” ujarnya.
Axel mengaku telah mengurangi waktu bermain demi fokus belajar menjelang TKA. Ia juga menilai soal numerasi cukup menantang. “Lumayan banyak yang susah,” katanya.
Baik Clarissa maupun Axel mengaku sama-sama memahami bahwa TKA bukan penentu kelulusan, namun tetap berjuang untuk meraih nilai terbaik, guna menambah penilaian di rapornya serta menambah peluang masuk sekolah lanjutan.
Clarissa bahkan menargetkan jalur prestasi untuk masuk SMP impiannya. “Mudah-mudahan nilai saya bagus supaya bisa masuk SMP yang saya mau,” ujarnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER
























