Friday, September 25, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Nisrina Jadi Wisudawan Termuda dan Terbaik FKG UB

Mistar.idJumat, 25 September 2026 pukul 16.03 WIB
nisrina_jadi_wisudawan_termuda_dan_terbaik_fkg_ub

Nisrina Andini Alifah. (Foto: UB/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Nisrina Andini Alifah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB). Menariknya, perempuan tersebut meraih predikat sebagai wisudawan terbaik sekaligus termuda di UB.

Nisrina menyandang gelar sarjana pada usia 20 tahun dengan IPK 3,86. Ia memang menjalani pendidikan lebih cepat dibandingkan kebanyakan mahasiswa seusianya. Nisrina mulai bersekolah dasar ketika berusia 5,5 tahun dan kemudian mengikuti program akselerasi saat SMA.

Meski demikian, perjalanan akademiknya selama kuliah tidak selalu berjalan mudah. Pada semester-semester awal, Nisrina sempat merasa tertinggal dari sejumlah teman yang telah memiliki pengalaman mengikuti olimpiade.

Alih-alih menyerah, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi Nisrina untuk meningkatkan kemampuannya. Ia kemudian menyusun target dan jadwal belajar agar waktu yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Kuncinya belajar lebih keras. Saya membuat target sendiri, timeline-nya juga sudah saya susun supaya tidak kehilangan arah dan bisa memaksimalkan waktu yang saya punya," katanya dalam laman UB dikutip, Jumat (25/9/2026).

Selama menempuh pendidikan di FKG UB, Nisrina juga aktif dalam kegiatan BEM serta mengikuti berbagai kompetisi tingkat nasional. Beberapa di antaranya adalah lomba esai, literature review, dan scientific competition.

Kegigihannya di bidang akademik dan kegiatan lainnya juga membawanya memperoleh pendanaan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) FKG UB. Melalui program tersebut, Nisrina mengembangkan produk es krim yang memanfaatkan biji nangka sebagai salah satu bahan bakunya.

Sementara untuk penelitian skripsi, Nisrina mengkaji efektivitas gel ekstrak getah pohon angsana (Pterocarpus indicus) dalam membantu proses penyembuhan luka pada gusi.

Menurut Nisrina, pohon angsana cukup mudah dijumpai, termasuk di kawasan pinggir jalan, tetapi potensi manfaat getahnya masih belum banyak diteliti.

"Getah angsana memiliki banyak senyawa, salah satunya tanin yang berperan dalam penyembuhan luka. Hasilnya pemberian gel ekstrak getah angsana bisa meningkatkan kepadatan kolagen untuk penyembuhan luka gusi," ujarnya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan, Nisrina mengaku bersyukur sekaligus terkejut ketika mengetahui dirinya meraih predikat wisudawan terbaik dan termuda.

"Saya terkejut, tetapi di saat yang sama juga sangat bersyukur. Ternyata dari usaha saya sebelumnya ada hasil yang bisa saya dapatkan," tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN