Monday, June 22, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hardiknas 2026, Bupati Asri Ludin Tambunan Paparkan Kondisi dan Strategi Perbaikan Pendidikan di Deli Serdang

Mistar.idSabtu, 2 Mei 2026 pukul 17.39 WIB
journalist-avatar-top
HS
hardiknas_2026_bupati_asri_ludin_tambunan_paparkan_kondisi_dan_strategi_perbaikan_pendidikan_di_deli_serdang

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan foto bersama usai upacara Hari Pendidikan Nasional. (Foto: dok Diskominfostan/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk memaparkan kondisi terkini dunia pendidikan sekaligus langkah-langkah strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, saat menjadi pembina upacara Hardiknas di Lapangan Alun-alun Komplek Kantor Bupati Lubuk Pakam, Sabtu (2/5/2026).

Bupati menegaskan pendidikan bermutu harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Pendidikan bermutu harus menjadi gerakan bersama. Pendidikan harus mampu membentuk generasi unggul,” ujarnya.

Bupati juga memaparkan capaian indikator pendidikan di Deli Serdang. Pada 2025, skor literasi tingkat sekolah dasar (SD) tercatat 55,69 dan numerasi 48,64, yang masih berada di bawah kompetensi minimum.

Sementara itu, di tingkat sekolah menengah pertama (SMP), literasi mencapai 67,92 dan numerasi 60,74.

Menurutnya, tantangan utama tidak hanya terletak pada capaian angka, tetapi juga pada kualitas proses pembelajaran di ruang kelas.

“Sekolah harus fokus pada kemampuan bernalar. Kita masih menemukan siswa yang belum bisa membaca, ini menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain itu, kondisi sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Dari total 5.965 ruang kelas sekolah negeri, sebanyak 906 ruang dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Deli Serdang telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, di antaranya revitalisasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru, serta rehabilitasi sarana prasarana dengan dukungan pendanaan dari APBN, APBD, bantuan provinsi, CSR, hingga partisipasi masyarakat.

Upaya peningkatan akses pendidikan juga dilakukan melalui program regrouping sekolah. Sepanjang 2025, sebanyak 32 SD telah diregrouping, dan pada 2026 direncanakan bertambah menjadi 39 SD.

Di sisi lain, dukungan terhadap peserta didik diperkuat melalui pemberian beasiswa kepada 900 siswa SD, 3.551 siswa SMP, serta 670 peserta pendidikan nonformal (PNF), disertai bantuan perlengkapan sekolah.

Dalam aspek tata kelola, pemerintah daerah mendorong peningkatan disiplin dan kinerja tenaga pendidik melalui penerapan jam kerja 37,5 jam per minggu dan kewajiban mengajar 27 jam. Sistem presensi daring turut meningkatkan tingkat kehadiran guru hingga mencapai 96,4 persen, dengan pengawasan rutin setiap pekan.

Komitmen terhadap integritas juga diperkuat melalui penerapan Pakta Integritas Anti Gratifikasi, yang melarang guru menerima hadiah dari orang tua atau wali murid.

Sementara itu, peningkatan kualitas lingkungan belajar dilakukan melalui program Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah), yang mencakup pencegahan kekerasan dan perundungan, kantin sehat, penguatan kegiatan religius, serta program Adiwiyata. Saat ini, sebanyak 350 sekolah telah terdaftar dalam sistem tersebut.

“Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, mari bersama kita berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan menyeluruh demi mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN