Thursday, June 25, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Timnas Iran Tinggalkan Pesan Perdamaian di Ruang Ganti Usai Melawan Belgia, Ini Isinya

Mistar.idKamis, 25 Juni 2026 pukul 08.35 WIB
timnas_iran_tinggalkan_pesan_perdamaian_di_ruang_ganti_usai_melawan_belgia_ini_isinya

Pesan perdamaian tulisan tangan yang ditinggalkan Tim Iran di ruang ganti usai melawan Belgia. (Foto: Istimewa)

news_banner

Los Angles, MISTAR.ID - Timnas Iran meninggalkan pesan perdamaian tulisan tangan setelah melawan Belgia dalam pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026) WIB.

Mengutip dari Viva.co.id, Kamis (25/6/2026) tulisan tangan tersebut ditemukan di ruang ganti usai laga berakhir imbang tanpa gol pada pertandingan kedua Grup G.

Pesan itu disampaikan di tengah konflik yang masih berlangsung dan negosiasi antara Iran dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang.

Dilihat melalui unggahan Twitter/X @Footballtweet, dalam pesannya, Timnas Iran menyampaikan rasa bangga mewakili negaranya sekaligus harapan agar perdamaian dapat terjalin di antara seluruh bangsa.

"Dari peradaban Persia kuno yang berusia ribuan tahun hingga Iran masa kini, semangat Iran tetap hidup dan tak tergoyahkan," tulis pesan tersebut.

"Kami datang ke Los Angeles dengan kebanggaan, bertanding dengan kehormatan, dan meninggalkan kota ini dengan martabat. Terima kasih, Los Angeles, atas keramahtamahannya."

Tim berjuluk Team Melli itu juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Iran yang terus memberikan dukungan sepanjang perjalanan mereka di turnamen.

"Dan terima kasih kepada setiap warga Iran yang telah memberikan hati, suara, dan jiwanya untuk Iran sepanjang 180 menit ini. Semoga perdamaian, rasa hormat, dan persahabatan terjalin di antara seluruh bangsa.”

Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 sendiri diwarnai berbagai tantangan logistik dan administrasi. Sejumlah anggota staf pendukung yang dianggap penting bagi tim dilaporkan tidak mendapatkan visa masuk ke Amerika Serikat.

Selain itu, Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) sempat meminta FIFA menegakkan prinsip netralitas setelah alokasi tiket untuk pendukung mereka dicabut sehari sebelum turnamen dimulai.

Iran juga harus memindahkan markas tim dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko selama berlangsungnya turnamen. Keputusan tersebut membuat persiapan tim menjadi lebih kompleks dibanding peserta lainnya.

Berdasarkan aturan visa yang berlaku, skuad Iran hanya diperbolehkan memasuki wilayah Amerika Serikat satu hari sebelum pertandingan dan diwajibkan meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama setelah laga selesai.

Situasi tersebut membuat pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menyebut timnya sebagai salah satu peserta yang paling dirugikan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Sebelum bermain imbang tanpa gol melawan Belgia, Iran juga meraih hasil seri 2-2 saat menghadapi Selandia Baru pada pertandingan pembuka Grup G.

Iran masih menyisakan satu pertandingan di fase grup melawan Mesir yang akan berlangsung di Seattle pada 27 Juni mendatang. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN