Mobil Ini Hanya Butuh 1 Liter BBM untuk Menempuh Jarak 150 Km

Para jurnalis saat melihat langsung pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) mobil BYD DM dalam kegiatan uji coba rute Medan-Berastagi-Medan dengan total jarak sekitar 150 kilometer . (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Efisiensi bahan bakar menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan konsumen saat memilih kendaraan. Di tengah tren elektrifikasi, mobil berteknologi Dual Mode (DM) dari BYD mencuri perhatian setelah mampu menempuh perjalanan sekitar 150 kilometer hanya dengan konsumsi sekitar satu liter bahan bakar minyak (BBM).
Kemampuan tersebut dibuktikan dalam kegiatan uji coba yang melibatkan sejumlah jurnalis di Kota Medan. Dengan menggunakan 11 unit kendaraan BYD DM, para peserta menempuh rute Medan-Berastagi-Medan dengan total jarak sekitar 150 kilometer dan durasi perjalanan kurang lebih enam jam.
Rute pengujian tidak hanya melewati jalan perkotaan, tetapi juga jalur antarkota hingga kawasan dataran tinggi dengan tanjakan dan tikungan yang menantang di wilayah Berastagi dan Pancurbatu. Kondisi tersebut dipilih untuk melihat performa kendaraan dalam berbagai karakter medan.
Sebelum perjalanan dimulai, seluruh kendaraan diisi bahan bakar Pertamax hingga penuh. Setelah seluruh rute selesai dilalui, kendaraan kembali melakukan pengisian BBM di SPBU untuk mengetahui jumlah bahan bakar yang terpakai selama perjalanan.
Hasil pengujian menunjukkan konsumsi bahan bakar yang sangat rendah, tercatat hanya membutuhkan sekitar satu liter BBM untuk menempuh perjalanan sejauh 150 kilometer. Selain itu, biaya energi yang dikeluarkan selama perjalanan juga tergolong ekonomis, yakni sekitar Rp300 per kilometer.
BYD DM merupakan kendaraan yang menggabungkan teknologi kendaraan listrik (EV) dan hybrid dalam satu sistem. Teknologi ini dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara layaknya mobil listrik, namun tetap didukung mesin bensin yang bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan.
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan teknologi Dual Mode dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern yang menuntut efisiensi energi sekaligus fleksibilitas perjalanan jarak jauh.
Menurutnya, penggunaan rute Medan-Berastagi-Medan dipilih secara khusus karena mampu merepresentasikan berbagai kondisi berkendara yang umum ditemui masyarakat, mulai dari kemacetan perkotaan hingga medan menanjak.
"Peserta dapat merasakan secara langsung bagaimana teknologi BYD DM menjawab berbagai kebutuhan mobilitas modern, mulai dari efisiensi energi untuk penggunaan harian, fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh, hingga memberikan rasa tenang dalam berkendara melalui kombinasi teknologi elektrifikasi dan mesin yang bekerja secara cerdas sesuai kebutuhan perjalanan," ujar Eagle.
Ia menambahkan, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi elektrifikasi tidak hanya efektif dalam pengujian laboratorium, tetapi juga dapat memberikan hasil nyata dalam penggunaan sehari-hari.
Padahal, berdasarkan perhitungan resmi, kendaraan tersebut memiliki efisiensi hingga sekitar 65 kilometer per liter. Namun dalam pengujian yang dilakukan di jalur Medan-Berastagi-Medan, hasil konsumsi bahan bakarnya tercatat lebih baik dari angka tersebut.
Salah seorang peserta uji coba, M Idris, mengaku terkesan dengan efisiensi yang ditunjukkan kendaraan tersebut selama perjalanan.
"Ini sangat luar biasa, dari Medan ke Berastagi terus kembali ke Medan hanya menghabiskan bensin satu liter saja," katanya.
Melalui teknologi Dual Mode, BYD berupaya menawarkan solusi mobilitas yang menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas kendaraan berbahan bakar konvensional, terutama bagi pengguna yang kerap melakukan perjalanan jarak jauh. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Denza Mengguncang Indonesia! Mobil Premium BYD Ini Siap Tantang Alphard dan Lexus LM





















