Dua Pabrik Otomotif Jepang di Jawa Timur Dikabarkan Pindah ke Vietnam, Ribuan Pekerja Terancam PHK

Pabrik otomotif. (Foto: Reuters)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kabar kurang menggembirakan datang dari sektor industri otomotif nasional. Dua perusahaan besar pemasok komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur disebut tengah mempertimbangkan pemindahan sebagian aktivitas produksinya ke Vietnam. Langkah tersebut berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat memengaruhi ribuan pekerja.
Informasi ini disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia.
Berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto
Menurut Said Iqbal, dua perusahaan yang dimaksud merupakan produsen komponen otomotif berskala besar yang beroperasi di wilayah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur. Meski demikian, identitas perusahaan tersebut belum diungkapkan secara resmi kepada publik.
Ia hanya menyebut bahwa kedua perusahaan memiliki inisial huruf āJā dan āSā serta berada di bawah naungan prinsipal otomotif asal Jepang.
Apabila rencana relokasi terealisasi, jumlah pekerja yang terdampak diperkirakan mencapai ribuan orang mengingat besarnya skala operasional kedua perusahaan tersebut.
Fokus Pengembangan Kendaraan Listrik di Vietnam
Said Iqbal menjelaskan bahwa keputusan relokasi diduga berkaitan dengan strategi perusahaan dalam mengembangkan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Menurut informasi awal yang diterimanya, perusahaan induk di Jepang berencana memusatkan pengembangan produk kendaraan listrik di Vietnam. Negara tersebut dinilai memiliki kebijakan yang lebih mendukung investasi dan pengembangan industri EV dibandingkan beberapa negara lain di kawasan.
Akibatnya, sebagian aktivitas produksi yang sebelumnya dilakukan di Indonesia berpotensi dipindahkan ke fasilitas baru di Vietnam.
Industri Otomotif Nasional Hadapi Tantangan
Rencana perpindahan pabrik ini memunculkan kekhawatiran mengenai daya saing industri otomotif Indonesia, khususnya dalam sektor kendaraan listrik yang kini menjadi fokus pengembangan global.
Persaingan antarnegara di Asia Tenggara untuk menarik investasi EV semakin ketat. Pemerintah di berbagai negara berlomba menawarkan insentif, kemudahan investasi, serta dukungan infrastruktur guna menarik produsen otomotif internasional.
Kondisi tersebut membuat perusahaan global terus mengevaluasi lokasi produksi yang dianggap paling efisien dan kompetitif untuk mendukung strategi bisnis jangka panjang mereka.
Serikat Pekerja Mulai Lakukan Pendekatan
Menyikapi informasi tersebut, Said Iqbal mengaku telah meminta organisasi serikat pekerja di bawah naungannya untuk mulai melakukan komunikasi dengan manajemen perusahaan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi apabila terjadi perubahan operasional atau pengurangan tenaga kerja di masa mendatang.
Selain itu, pihaknya juga berencana menyampaikan laporan kepada Presiden RI mengenai potensi dampak yang dapat ditimbulkan terhadap sektor ketenagakerjaan nasional.
Pemerintah Diharapkan Perkuat Ekosistem EV
Menurut kalangan pekerja, isu ini tidak hanya berkaitan dengan relokasi perusahaan, tetapi juga menyangkut kebijakan industri kendaraan listrik secara keseluruhan.
Mereka berharap pemerintah dapat memperkuat ekosistem industri EV di Indonesia agar investasi dan produksi kendaraan listrik tetap berkembang di dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat mempertahankan daya saing industri otomotif sekaligus menjaga stabilitas lapangan pekerjaan bagi para pekerja sektor manufaktur.
Hingga saat ini, informasi mengenai relokasi dua perusahaan tersebut masih berada pada tahap awal pembahasan dan belum ada pengumuman resmi dari pihak perusahaan terkait rencana pemindahan operasional ke Vietnam.
PREVIOUS ARTICLE
Mobil Ini Hanya Butuh 1 Liter BBM untuk Menempuh Jarak 150 Km




















