Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Mengapa Letak Kancing Baju Pria dan Wanita Berbeda? Ini Penjelasan Sejarahnya

Mistar.idSenin, 22 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
mengapa_letak_kancing_baju_pria_dan_wanita_berbeda_ini_penjelasan_sejarahnya

Ilustrasi. (foto: iStockphoto/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Pernah memperhatikan bahwa posisi kancing pada baju pria dan wanita tidak sama? Meski terlihat sepele, perbedaan tersebut ternyata memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan budaya, kebiasaan sosial, hingga perkembangan industri pakaian.

Hingga kini, sebagian besar pakaian pria masih menggunakan kancing di sisi kanan, sedangkan pakaian wanita menempatkannya di sisi kiri. Tradisi ini telah bertahan selama berabad-abad dan tetap digunakan oleh banyak merek fesyen di seluruh dunia.

Lalu, apa alasan di balik perbedaan tersebut?

1. Awalnya Tidak Ada Standar

Kancing telah digunakan manusia sejak ribuan tahun lalu. Namun, penempatan kancing berdasarkan jenis kelamin baru mulai dikenal pada abad ke-17 hingga ke-18.

Pada masa itu, pakaian dibuat secara khusus sesuai pesanan sehingga belum ada aturan baku mengenai posisi kancing. Standarisasi baru muncul ketika industri pakaian berkembang dan produksi massal mulai dilakukan pada akhir abad ke-19.

2. Memudahkan Pria Menggunakan Pakaian

Salah satu teori yang banyak dipercaya berkaitan dengan faktor kepraktisan. Karena mayoritas orang menggunakan tangan kanan sebagai tangan dominan, pakaian pria dirancang agar lebih mudah dikancingkan atau dibuka dengan tangan tersebut.

Pada masa lalu, pria juga kerap membawa senjata atau perlengkapan tertentu sehingga desain pakaian dibuat untuk mendukung mobilitas dan akses yang lebih cepat.

3. Wanita Bangsawan Dibantu Pelayan

Teori yang paling sering dikutip berasal dari kebiasaan kalangan bangsawan Eropa pada abad ke-17 dan ke-18.

Saat itu, perempuan dari keluarga terpandang umumnya dibantu pelayan saat berpakaian. Karena pelayan berdiri menghadap majikannya, posisi kancing di sisi kiri dianggap lebih praktis untuk dikancingkan menggunakan tangan kanan.

Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi standar yang terus diwariskan hingga sekarang.

4. Busana Wanita Lebih Kompleks

Pada masa lampau, pakaian wanita umumnya terdiri dari banyak lapisan, seperti korset, rok bertumpuk, dan berbagai aksesori pendukung lainnya.

Karena proses mengenakannya cukup rumit dan sering membutuhkan bantuan orang lain, desain pakaian termasuk posisi kancing disesuaikan agar lebih mudah digunakan oleh pelayan yang membantu.

5. Berkaitan dengan Tradisi Menunggang Kuda

Sejumlah sejarawan fesyen juga mengaitkan perbedaan posisi kancing dengan kebiasaan wanita bangsawan menunggang kuda menggunakan posisi sidesaddle, yaitu duduk dengan kedua kaki berada di satu sisi pelana.

Dalam posisi tersebut, arah bukaan pakaian tertentu diyakini lebih aman jika kancing ditempatkan berbeda dari pakaian pria, sehingga mengurangi risiko pakaian tersibak saat berkendara.

6. Muncul Teori tentang Napoleon

Ada pula cerita populer yang menghubungkan posisi kancing dengan Napoleon Bonaparte yang sering digambarkan berpose dengan satu tangan berada di balik jasnya.

Menurut legenda yang beredar, Napoleon tidak menyukai perempuan yang meniru pose tersebut sehingga posisi kancing pakaian wanita dibuat berbeda. Namun, sebagian besar sejarawan menilai cerita ini lebih merupakan mitos daripada fakta sejarah.

7. Dipertahankan Sejak Revolusi Industri

Ketika industri pakaian memasuki era produksi massal, pabrik-pabrik membutuhkan standar yang seragam untuk mempermudah proses pembuatan.

Akibatnya, aturan posisi kancing yang telah berkembang sebelumnya diadopsi secara luas dan terus digunakan hingga saat ini.

Meski kini banyak pakaian bergaya unisex yang tidak lagi mengikuti aturan tersebut, mayoritas produsen fesyen masih mempertahankan tradisi lama. Karena itu, perbedaan letak kancing pada baju pria dan wanita menjadi salah satu warisan sejarah yang tetap bertahan di dunia mode modern.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN