Tiga Tahun Hilang, Perempuan Asal Bandung Ditemukan dengan Luka Berat dan Sulit Berjalan

YTT dan pacarnya. (Foto: TVRI Jabar)
Bandung, MISTAR.ID
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTT, 29 tahun, warga Antapani, Kota Bandung, menggemparkan publik. Setelah dinyatakan hilang selama sekitar tiga tahun, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Laporan terkait kasus tersebut telah disampaikan keluarga ke Polda Jawa Barat pada Jumat (12/6/2026). Polisi menduga korban selama ini menjadi sasaran penganiayaan oleh pria berinisial TH, yang disebut sebagai kekasihnya. Korban diduga disekap di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan keluarga sebelumnya tidak mengetahui keberadaan korban selama bertahun-tahun.
"Sebelumnya korban menghilang tidak ada kabar, dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih tiga tahun," ungkapnya.
Menurut Hendra, selama rentang waktu tersebut korban diduga mengalami kekerasan berulang menggunakan berbagai cara, mulai dari pukulan tangan kosong, benda tumpul hingga senjata tajam.
"Diduga selama rentang waktu tersebut mendapatkan perlakuan penganiayaan dari terlapor dengan menggunakan tangan, benda tumpul, senjata tajam, serta barang berharga milik korban hilang," tuturnya.
Selain luka fisik yang serius, korban juga kehilangan sejumlah barang berharga. Polisi menjerat terduga pelaku dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mengenai penganiayaan berat.
"Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka berat di antaranya tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan serta mengalami kerugian materiil sebesar kurang Rp52.000.000," ucapnya.
Sementara itu, adik korban, Syahrul Ulum (26), mengaku keluarganya masih terpukul melihat kondisi sang kakak. Saat ditemui di kediamannya di Kompleks Permata Hijau, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, ia menceritakan awal mula korban mengenal terduga pelaku.
Menurut Syahrul, keduanya berkenalan saat menghadiri konser musik sekitar tahun 2023.
"Awal mula ceritanya itu mau menjalin hubungan lah pertamanya, di Tritan Point, pas udah konser gitu. Sekitar tahun 2023 mah ada," ujar Syahrul.
Tak lama setelah menjalin hubungan, TH sempat datang ke rumah keluarga korban. Namun setelah itu, komunikasi YTT dengan keluarganya mendadak terputus.
"Iya, langsung semenjak saat itu langsung lost contact aja sama teteh. Padahal sebelum pacaran, biasanya seminggu sekali itu pulang ke sini, soalnya teteh kerja di Nabati Pasteur dan ngekost di daerah sana," katanya.
Selama menghilang, keluarga hanya sesekali menerima pesan singkat dari korban. Dalam salah satu pesan tersebut, YTT mengaku berada di Jakarta.
"Jadi selama tiga tahun kita enggak dapat kabar. Pernah sekali dapat kabar, katanya ada di Jakarta," jelasnya.
Keluarga sempat berupaya mencari korban dengan menyebarkan informasi melalui media sosial. Namun, menurut Syahrul, mereka justru menerima ancaman agar unggahan tersebut dihapus.
"Iya pas ada lah setahun lebih hilang, kami keluarga sempat memviralkan pencarian sang kakak di sosmed. Tapi tiba-tiba ada yang ngancam dan minta postingan itu dihapus. Kami curiganya itu mah si pelaku," ucapnya.
Titik terang baru muncul pada 10 Juni 2026 ketika keluarga mendapat kabar bahwa YTT berada di RSHS Bandung. Mereka awalnya diberi informasi bahwa korban mengalami kecelakaan.
"Kami dapat info ada telepon bahwa kakak kami ada di RSHS katanya korban kecelakaan. Kami mendengar itu kaget lah, terus kami meluncur ke sana. Ternyata itu yang mengantar itu adalah pelaku dan penjaga kos yang di Cileunyi. Tapi pas saya nyampe ke sana kakak saya udah di IGD sendirian," bebernya.
Sesampainya di rumah sakit, keluarga mengaku sangat terpukul melihat kondisi korban yang mengalami luka serius di berbagai bagian tubuh.
"Jadi kedua mata, yang mata sebelah kanannya udah infeksi, yang sebelah kirinya udah mengecil dan udah gak bisa ngelihat. Terus mulut bagian ini (bibir atas) udah nggak ada. Terus kaki sebelah sininya bekas bacokan katanya," ungkapnya.
Tim medis kemudian melakukan tindakan operasi pada bagian kepala korban. Berdasarkan keterangan keluarga, terdapat banyak nanah yang diduga muncul akibat benturan benda tumpul.
"Sebelah sini teh bagian kepala teh, kayak orang perempuan yang pakai bando gitu, terus banyak nanah lah di sini teh. Udah dibersihin, jadi sekarang juga muka udah agak eh agak bersih, udah dibersihin. Jadi udah kelihatan lah, udah kelihatan bagian wajah-wajah yang itunya," ucap Syahrul. (hm20)





















