Beras SPHP Jadi Buruan Warga Medan, Pedagang Non-RPK Kesulitan Dapat Stok

Petugas mengangkut beras SPHP di retail modern Kota Medan. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Distribusi Beras Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) besutan Perum Bulog di pasar-pasar tradisional Kota Medan menunjukkan pola ketersediaan yang bervariasi pada awal pekan ini.
Sebagian pedagang yang terdaftar resmi sebagai mitra Rumah Pangan Kita (RPK) memastikan pasokan berjalan lancar dan cepat, meski tingginya permintaan membuat stok di tingkat eceran kerap ludes dalam waktu singkat.
Di Pasar Sei Sikambing, tingginya animo masyarakat untuk mengonsumsi beras subsidi pemerintah ini terlihat dari besarnya volume penjualan harian. Kebutuhan pokok ini menjadi buruan utama warga di tengah fluktuasi harga beras premium di pasaran.
Zulkhairi, salah seorang pemilik RPK resmi di Pasar Sei Sikambing, mengatakan dalam satu minggu dirinya mampu memasarkan sebanyak 1 ton hingga 1,5 ton beras SPHP kepada para konsumen di kawasannya.
"Permintaan warga sangat tinggi, bahkan untuk stok hari ini saja di kedai kami sudah habis terjual. Tapi masyarakat tidak perlu khawatir karena kami sudah melakukan order ulang (pre-order) ke gudang Bulog. Proses pengirimannya juga tergolong cepat, biasanya memakan waktu satu hingga dua hari saja barang sudah sampai, jadi stok aman," ujarnya, Senin (22/6/2026).
Kondisi berbeda justru dirasakan para pedagang tradisional yang belum memegang lisensi atau terdaftar sebagai agen resmi bentukan Perum Bulog. Sebagian dari mereka terpaksa memutar otak dengan mencari pasokan dari tangan kedua (distributor luar) demi memenuhi permintaan pelanggan.
Hal tersebut diakui oleh pengelola Toko Senanghati, salah satu grosir bahan pokok yang beroperasi di Pasar Kampung Lalang. Selama ini, toko tersebut memilih jalur alternatif untuk mendatangkan komoditas beras murah tersebut.
"Kami tidak mengambil langsung dari gudang Bulog, melainkan ambil sembarang dari agen luar. Memang sejauh ini untuk mendapatkan stok beras SPHP agak sedikit sulit di lapangan, kemungkinan besar karena kami bukan mitra RPK resmi yang prioritas mengambil dari Bulog," ucapnya.
Meski harus mendapatkan barang dari tangan kedua dengan rantai distribusi yang lebih panjang, Toko Senanghati menegaskan berkomitmen untuk membantu daya beli masyarakat.
Pihaknya menjamin harga eceran beras SPHP yang dijual di lapaknya masih bertengger aman di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.
PREVIOUS ARTICLE
Ancaman Relokasi Pabrik Otomotif Jepang ke Vietnam: Ribuan Pekerja Indonesia Terancam, Apa yang Sebenarnya Terjadi?























