Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

PSDS Dinilai Kehilangan Bibit, DPRD Sumut Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Desa

Mistar.idRabu, 15 April 2026 pukul 11.11 WIB
psds_dinilai_kehilangan_bibit_dprd_sumut_dorong_pembinaan_sepak_bola_dari_desa

Ketua Komisi E DPRD Sumut, HM Subandi. (Foto: Ari/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), HM Subandi, menilai PSDS Deli Serdang mulai kehilangan regenerasi pemain lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama dari tim berjuluk ‘Traktor Kuning’.

Menurutnya, Deli Serdang sejak dulu dikenal sebagai lumbung atlet sepak bola di Sumatera Utara. Ia mengingat masa kejayaan ketika banyak pemain berbakat lahir dari daerah tersebut, seperti Musimin dan Parjo, yang tumbuh dari kultur sepak bola kampung yang kuat.

“Dulu itu lapangan sepak bola sangat banyak, terutama di kawasan perkebunan. Saya sendiri waktu kecil tinggal di sekitar Bandara Kualanamu, ada tiga lapangan di sana. Bahkan pemain seperti Pardedetex dan Jairo Matos pernah bermain di situ,” ujar Subandi, mengenang masa lalu pada Mistar, Rabu (15/4/2026).

Ia menyebut, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran pembinaan yang serius, termasuk sosok pembina seperti Sujono Giatmo yang aktif mengembangkan bakat pemain muda.

Namun saat ini, kondisi tersebut dinilai mulai memudar. Minimnya pembinaan dan berkurangnya aktivitas kompetisi membuat potensi pemain muda tidak lagi berkembang secara optimal.

“Bibit pemain itu tidak bisa lahir secara alami saja. Harus ada pembinaan, harus ada kompetisi yang berkelanjutan. Lapangan juga harus dirawat,” tuturnya.

Ia menyoroti kondisi lapangan sepak bola di desa-desa yang kini banyak terbengkalai. Bahkan, menurutnya, ada kekhawatiran lapangan tersebut beralih fungsi jika tidak dimanfaatkan.

“Untuk sekadar membersihkan rumput saja kadang tidak ada anggarannya. Kalau dibiarkan, bisa saja nanti lapangan itu berubah jadi pasar atau fungsi lain. Ini tidak boleh terjadi,” katanya.

Ia mendorong pemerintah daerah, khususnya Bupati Deli Serdang, untuk lebih serius dalam mengembangkan sepak bola dengan mengalokasikan anggaran pembinaan atlet sejak usia dini.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah mengaktifkan kembali kompetisi antar kecamatan di seluruh wilayah Deli Serdang. Turnamen tersebut, kata dia, bisa dirangkaikan dengan peringatan hari besar seperti 17 Agustus atau hari jadi kabupaten.

“Setiap kecamatan hampir pasti punya lapangan. Tinggal bagaimana camat bekerja sama dengan desa dan pengelola untuk menghidupkan kompetisi. Dari situ akan muncul bibit-bibit pemain profesional,” ucapnya.

Selain itu, politisi Gerindra itu juga menekankan pentingnya kompetisi antar sekolah sebagai bagian dari sistem penjaringan pemain muda.

“Kalau tidak ada kompetisi, tidak ada gairah. Tanpa itu, sulit melahirkan generasi pemain dari putra daerah untuk membesarkan PSDS,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan pembinaan yang terstruktur dan dukungan pemerintah, Deli Serdang masih memiliki potensi besar sebagai gudang pemain sepak bola profesional di Sumatera Utara.

“Kita yakin potensi itu masih ada. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan serius dan berkelanjutan,” ucap legislatif yang membidangi olahraga tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN