MotoGP Pertimbangkan Batas Anggaran seperti F1

MotoGP sedang mempertimbangkan pembatasan anggaran tim seperti F1. (foto: gold & goose via crash.net)
Medan, MISTAR.ID - MotoGP membuka peluang menerapkan batas anggaran atau budget cap seperti Formula 1 (F1). Kebijakan tersebut dipertimbangkan untuk menekan pengeluaran pabrikan tanpa mengganggu persaingan di lintasan.
Direktur Olahraga MotoGP Carlos Ezpeleta mengatakan, sejumlah pabrikan masih memiliki ruang cukup besar untuk memangkas anggaran.
Dilansir Crash, Rabu (12/8/2026), Ezpeleta mengakui penerapan batas anggaran bukan perkara sederhana karena setiap pabrikan memiliki latar belakang perusahaan dan struktur organisasi berbeda.
"Ini merupakan target yang sangat ambisius karena para konstruktor berasal dari perusahaan dan latar belakang berbeda serta memiliki struktur organisasi yang berbeda," kata Ezpeleta dalam wawancara dengan Motorsport.com.
"Hal ini perlu dikaji, tetapi jika ada kemauan, pasti ada jalan," lanjutnya.
Berbeda dengan F1, Ezpeleta menegaskan MotoGP saat ini tidak menghadapi masalah persaingan yang semata-mata ditentukan besarnya anggaran. Performa Aprilia musim ini menjadi contoh bahwa pabrikan dengan sumber daya lebih kecil tetap mampu menantang rival dengan anggaran lebih besar.
"Kami tidak memiliki masalah di lintasan. Hal itu sangat penting untuk ditegaskan. Anda sekarang melihat beberapa pabrikan mampu mengungguli mereka yang memiliki anggaran lebih besar," ujarnya.
Ezpeleta menilai MotoGP perlu memiliki dasar dan mekanisme yang jelas sebelum aturan tersebut diterapkan.
"Kami memiliki peluang di depan. Saya yakin beberapa pabrikan masih memiliki ruang yang cukup besar untuk mengurangi anggaran mereka," katanya.
Di F1, batas anggaran diberlakukan sejak 2021 dan mencakup sebagian besar pengeluaran terkait desain serta performa mobil, termasuk gaji staf. Namun, gaji pembalap, tiga staf dengan bayaran tertinggi, pemasaran dan perjalanan dikecualikan. Kepatuhannya diawasi FIA melalui audit keuangan.
Gagasan tersebut juga didukung bos Tech3 KTM sekaligus mantan prinsipal Haas F1, Guenther Steiner. Ia menilai budget cap lebih efektif untuk menghemat biaya dibandingkan wacana membatasi setiap pembalap hanya menggunakan satu motor dalam sesi latihan.
"Jika Anda ingin menghemat uang, solusinya sangat mudah: batas anggaran. Kita semua tahu di mana hal itu telah berhasil dengan hasil yang sangat baik," kata Steiner merujuk penerapannya di F1.
Wacana pembatasan biaya bukan hal baru di MotoGP. Pada 2025, Ezpeleta menyebut sejumlah regulasi teknis telah digunakan untuk menekan pengeluaran, termasuk pembatasan pengujian serta pengembangan mesin dan aerodinamika. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Legenda Chelsea Jagokan Arsenal Pertahankan Gelar Premier LeagueNEXT ARTICLE
Quartararo Ungkap Alasan Tinggalkan Yamaha






















