Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Mia Brookes di Olimpiade Musim Dingin 2026: Soundtrack Musik di Balik Fenomena Snowboarding Tim GB

Mistar.idMinggu, 8 Februari 2026 pukul 17.17 WIB
mia_brookes_di_olimpiade_musim_dingin_2026_soundtrack_musik_di_balik_fenomena_snowboarding_tim_gb

Alexis Boichard/ (Foto: Getty Images)

news_banner

Pematangsintar, MISTAR.ID

Mia Brookes, bintang muda snowboarding asal Inggris, bersiap menorehkan babak baru dalam kariernya pada Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Juara dunia termuda dalam sejarah snowboarding ini bukan hanya dikenal karena trik-trik bersejarahnya di slopestyle dan Big Air, tetapi juga karena satu elemen unik yang selalu menemaninya: musik.

Di tengah hiruk pikuk dunia olahraga elite, atlet Tim GB kelahiran Cheshire ini justru tampil tenang, fokus, dan nyaris tanpa banyak kata. Namun di balik helm dan kacamata snowboarding-nya, terdapat sebuah soundtrack kehidupan yang menjadi bahan bakar mental sekaligus emosional dalam setiap lompatan yang ia lakukan.

Musik sebagai Kunci Fokus Mia Brookes

Bagi Mia Brookes, musik bukan sekadar hiburan. Saat latihan, tur kompetisi, hingga hari perlombaan, earphone hampir tak pernah lepas dari telinganya. Dari unggahan media sosialnya, terlihat jelas bagaimana musik membentuk suasana dan ritme snowboarding-nya.

Playlist Brookes mencerminkan kepribadiannya yang kompleks:

  1. Metal dan rock keras dengan riff gitar agresif
  2. Hip hop penuh energi
  3. Indie melankolis yang sunyi namun emosional

Latihan di tengah badai salju dengan lanskap pepohonan tertutup putih sering diiringi lagu-lagu bernuansa gelap dan atmosferik. Sementara lompatan besar di bawah langit cerah terasa semakin bertenaga dengan dentuman gitar berat dari band metal legendaris.

Metallica hingga Pantera, Sumber Motivasi di Lereng Salju

Dalam sebuah wawancara, Brookes pernah mengungkapkan bahwa rutinitas sederhananya adalah bangun pagi, memutar musik Metallica, lalu bermain snowboarding. Fokusnya bukan pada medali, melainkan pada proses dan kesenangan di atas papan.

Saking besarnya kecintaannya pada musik, Brookes bahkan sempat berseloroh bahwa ia rela menukar trofi juara dunia dengan tiket konser band favoritnya. Candaan itu menggambarkan betapa musik memiliki tempat istimewa dalam hidupnya—sejajar dengan snowboarding itu sendiri.

Dari Kidsgrove ke Panggung Dunia

Perjalanan Mia Brookes menuju puncak dunia snowboarding dimulai sangat dini. Ia sudah mengenal papan salju sejak usia balita dan bergabung dengan program GB Snowsport ketika baru berusia 10 tahun. Lingkungan keluarga berperan besar dalam membentuknya, dengan masa kecil yang dihabiskan berkeliling pegunungan Eropa menggunakan mobil karavan bersama orang tua.

Resor-resor seperti Chamonix, Prancis, menjadi “rumah kedua” bagi Brookes. Tanpa target muluk, snowboarding awalnya hanyalah kegiatan keluarga—hingga bakat luar biasa itu membawa Mia ke level dunia.

Rekor, Sejarah, dan Trik Ikonik

Pada usia 16 tahun, Mia Brookes mencetak sejarah sebagai juara dunia snowboarding slopestyle termuda, sekaligus atlet Inggris pertama yang meraih gelar tersebut. Untuk menang, ia melakukan trik Cab 1440, menjadikannya perempuan pertama yang sukses mengeksekusi manuver tersebut dalam kompetisi besar.

Prestasi itu diraih dengan mengalahkan nama-nama elite dunia, termasuk juara Olimpiade sebelumnya dan peraih gelar dunia dari berbagai negara. Namun bagi Brookes, sorotan media sosial hanyalah sebagian kecil dari cerita besar yang sedang ia bangun.

Menuju Milano Cortina 2026: Lagu Kemenangan?

Olimpiade Musim Dingin 2026 akan menjadi debut Olimpiade bagi Mia Brookes, dan ekspektasi pun melambung tinggi. Jika momen emas itu datang, satu pertanyaan menarik muncul: lagu apa yang akan mengiringi kemenangan pertamanya di Olimpiade?

Apapun jawabannya—metal keras, indie sunyi, atau rock klasik—satu hal pasti: musik akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Mia Brookes, sang fenomena snowboarding Tim GB yang meluncur menuju sejarah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN