Maarten Paes: Dari Kiper MLS ke Ajax, Kisah Penjaga Gawang Timnas Indonesia yang Makin Bersinar di Eropa

Maarten Paes: Dari Kiper MLS ke Ajax, Kisah Penjaga Gawang Timnas Indonesia yang Makin Bersinar di Eropa. (foto:wikipedia/beritanasional/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Maarten Paes kembali menjadi sorotan. Setelah menjelma sebagai salah satu pemain naturalisasi paling berpengaruh di Timnas Indonesia, penjaga gawang berusia 28 tahun itu kini resmi berlabuh ke Ajax Amsterdam. Perjalanan kariernya yang dimulai dari Belanda, berkembang di Amerika Serikat, hingga menjadi andalan Garuda membuat namanya semakin diperhitungkan di level internasional.
Siapa Sebenarnya Maarten Paes?
Maarten Vincent Paes lahir di Nijmegen, Belanda, pada 14 Mei 1998. Kiper bertinggi 1,91 meter ini dikenal memiliki refleks cepat, kemampuan membaca permainan yang baik, serta ketenangan saat menghadapi tekanan.
Karier sepak bolanya dimulai dari akademi NEC Nijmegen sebelum menembus level profesional. Bakatnya kemudian membawanya bergabung dengan FC Utrecht, salah satu klub yang cukup dikenal dalam pengembangan pemain muda di Eredivisie.
Namun titik balik karier Paes terjadi ketika ia memutuskan merantau ke Amerika Serikat pada 2022 untuk memperkuat FC Dallas di Major League Soccer (MLS). Keputusan tersebut terbukti tepat. Dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di kompetisi tersebut.
Selama membela FC Dallas, Paes tampil dalam lebih dari 100 pertandingan dan menjadi sosok penting di bawah mistar gawang. Konsistensinya membuat ia dipercaya mengenakan ban kapten tim pada musim 2025, sebuah pencapaian yang menunjukkan tingginya kepercayaan klub terhadap kualitas kepemimpinannya.
Jejak Indonesia dalam Darah Maarten Paes
Hubungan Maarten Paes dengan Indonesia berasal dari garis keturunan keluarganya. Nenek dari pihak ibu diketahui lahir di Kediri, Jawa Timur, pada masa Hindia Belanda.
Latar belakang keluarga tersebut membuka jalan bagi Paes untuk menjalani proses naturalisasi dan membela Timnas Indonesia. Setelah melalui berbagai tahapan administrasi dan hukum, ia resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada April 2024.
Meski demikian, proses perpindahan federasi tidak berjalan mulus. FIFA sempat melakukan peninjauan karena Paes pernah membela Timnas Belanda kelompok umur. Setelah seluruh proses selesai, ia akhirnya mendapatkan izin resmi untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Keputusan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam proyek pembangunan skuad Garuda yang tengah dilakukan PSSI.
Kehadiran yang Mengubah Wajah Timnas Indonesia
Masuknya Maarten Paes langsung memberikan dampak signifikan terhadap Timnas Indonesia.
Pengalaman bermain di Eredivisie dan MLS membuatnya membawa standar kompetisi yang lebih tinggi ke dalam skuad Garuda. Kehadirannya juga meningkatkan persaingan sehat di sektor penjaga gawang bersama Ernando Ari dan Nadeo Argawinata.
Salah satu keunggulan utama Paes adalah kemampuan shot-stopping atau penyelamatan jarak dekat yang sangat baik. Ia kerap menjadi penyelamat tim dalam situasi-situasi krusial dan dikenal mampu tampil tenang dalam pertandingan besar.
Tidak heran jika banyak pengamat menilai Paes sebagai salah satu rekrutan naturalisasi paling sukses yang dimiliki Indonesia saat ini.
Dari FC Dallas ke Ajax Amsterdam
Karier Maarten Paes kembali memasuki babak baru pada Februari 2026.
Ajax Amsterdam secara resmi mengumumkan perekrutan sang kiper dari FC Dallas. Klub raksasa Belanda itu mengikat Paes dengan kontrak hingga 30 Juni 2029.
Transfer tersebut menjadi momen spesial karena menandai kepulangannya ke Belanda setelah empat musim berkarier di Amerika Serikat.
Bagi Ajax, perekrutan Paes bukanlah keputusan yang datang secara tiba-tiba. Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, mengungkapkan bahwa klub telah memantau perkembangan sang pemain selama beberapa musim terakhir sebelum akhirnya memutuskan merekrutnya.
Bergabung dengan Ajax merupakan langkah besar dalam karier Paes. Klub yang bermarkas di Amsterdam itu dikenal sebagai salah satu institusi sepak bola paling bersejarah di Eropa dan telah melahirkan banyak pemain kelas dunia.
Baca Juga: Ajax Amsterdam Resmi Kontrak Maarten Paes: Sorotan dan Fakta Menarik Kiper Timnas Indonesia
Berapa Nilai Transfer Maarten Paes ke Ajax?
Ajax dan FC Dallas tidak mengungkapkan nilai transfer secara resmi dalam pengumuman klub.
Namun sejumlah laporan media Eropa dan data pasar transfer menyebut nilai perpindahan Paes berada di kisaran 1 hingga 1,5 juta euro atau sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar, tergantung kurs yang digunakan.
Meski nominal tersebut tidak tergolong besar untuk ukuran sepak bola Eropa modern, transfer ini menunjukkan kepercayaan Ajax terhadap kualitas dan pengalaman yang dimiliki Paes.
Selain itu, usia 28 tahun membuat sang kiper berada dalam fase matang sebagai penjaga gawang, sehingga dinilai mampu memberikan kontribusi langsung bagi tim utama.
Fakta Menarik Maarten Paes
1. Pernah Membela Timnas Belanda
Sebelum memperkuat Indonesia, Paes sempat membela Timnas Belanda U-19, U-20, dan U-21.
2. Kiper Terbaik MLS
Penampilannya bersama FC Dallas membuahkan sejumlah penghargaan bergengsi, termasuk MLS All-Star dan MLS Save of the Year 2024.
3. Jadi Kapten Klub MLS
Tidak banyak pemain asing yang dipercaya menjadi kapten di MLS. Paes termasuk salah satu yang berhasil mendapatkan kepercayaan tersebut.
4. Punya Basis Penggemar Besar dari Indonesia
Sejak resmi membela Timnas Indonesia, perhatian publik Tanah Air terhadap klub yang diperkuat Paes meningkat tajam, baik saat masih bersama FC Dallas maupun setelah bergabung dengan Ajax.
Mengapa Transfer ke Ajax Penting bagi Timnas Indonesia?
Transfer Maarten Paes ke Ajax bukan hanya kabar baik bagi karier pribadinya, tetapi juga bagi perkembangan Timnas Indonesia.
Ajax dikenal sebagai klub yang memiliki budaya sepak bola modern, fasilitas kelas dunia, dan tingkat persaingan tinggi. Lingkungan tersebut diyakini akan membantu Paes meningkatkan kualitas permainan, baik secara teknis maupun mental.
Bagi Indonesia, keberadaan pemain inti tim nasional di klub sebesar Ajax memberikan sejumlah keuntungan strategis.
Pertama, kualitas individu pemain akan terus berkembang karena menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi. Kedua, citra sepak bola Indonesia semakin mendapat perhatian di kancah internasional. Ketiga, peluang pemain Indonesia lainnya untuk dilirik klub-klub Eropa juga semakin terbuka.
Dengan usia yang masih ideal bagi seorang penjaga gawang, Maarten Paes berpotensi menjadi salah satu fondasi utama Timnas Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Jika mampu mempertahankan performanya bersama Ajax, bukan tidak mungkin Paes akan menjadi salah satu pemain Indonesia paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola nasional.
(berbagaisumber/ai/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Premier League 2026/2027 Resmi Dimulai 21 Agustus, Arsenal Buka Musim Lawan Coventry dalam Era Baru Liga InggrisBERITA TERPOPULER
























