Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Hasil Dramatis Slalom Raksasa Putri Olimpiade Musim Dingin 2026: Brignone Pimpin, Shiffrin Tertahan

Mistar.idMinggu, 15 Februari 2026 pukul 17.08 WIB
hasil_dramatis_slalom_raksasa_putri_olimpiade_musim_dingin_2026_brignone_pimpin_shiffrin_tertahan

Ilustrasi, Slalom Raksasa Putri Olimpiade Musim Dingin 2026 - Ski Alpen. (foto:wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Atmosfer kompetisi ski alpen di ajang Olimpiade Musim Dingin 2026 memanas saat nomor Slalom Raksasa Putri – Final Putaran 1 digelar Minggu (15/2/2026) sore WIB. Lintasan teknis di Cortina d’Ampezzo langsung menyajikan duel ketat para atlet elite dunia dengan selisih waktu yang nyaris tak terlihat.

Brignone Unggul Tipis di Hadapan Publik Sendiri

Tuan rumah bersorak ketika Federica Brignone melesat paling cepat dengan catatan 1:03.23. Performa presisi dan stabil di setiap tikungan membuatnya unggul tipis atas rival-rival terdekat.

Posisi kedua ditempati Lena Dürr dengan 1:03.57, diikuti kompatriot Brignone, Sofia Goggia, yang mencatat 1:03.69. Selisih kurang dari setengah detik antara tiga besar menegaskan betapa sengitnya persaingan di nomor ini.

Tiga Atlet Berbagi Waktu Identik

Drama kompetisi semakin terasa ketika Lara Colturi, Sara Hector, dan Thea Stjernesund mencatat waktu sama persis: 1:03.97.

Ketiganya berbagi posisi keempat sementara—situasi langka yang menunjukkan betapa seimbang performa para atlet elite dunia.

Shiffrin Belum Maksimal, Masih Berpeluang Bangkit

Sorotan juga tertuju pada Mikaela Shiffrin, salah satu legenda aktif ski alpen. Ia menempati posisi ketujuh dengan waktu 1:04.25.

Meski belum menembus tiga besar, selisih waktunya masih cukup dekat untuk membuka peluang comeback di run kedua, skenario yang bukan hal baru bagi atlet berpengalaman tersebut.

Ketatnya Persaingan Jadi Ciri Nomor Giant Slalom

Nomor slalom raksasa dikenal sebagai disiplin yang menuntut kombinasi teknik presisi, kontrol kecepatan, serta keberanian mengambil garis tikungan agresif.

Kesalahan sekecil apa pun bisa membuat atlet kehilangan sepersekian detik—dan di level Olimpiade, selisih itu cukup untuk mengubah posisi podium.

Run Kedua Penentu Segalanya

Hasil putaran pertama belum menentukan medali. Run kedua akan menjadi penentuan akhir sekaligus ujian mental. Para pembalap yang tertinggal tipis masih memiliki peluang besar membalikkan keadaan, sementara pemimpin klasemen harus menjaga konsistensi agar tidak kehilangan momentum.

Dengan jarak waktu superketat di papan atas, final slalom raksasa putri dipastikan menjadi salah satu duel paling menegangkan di Olimpiade Musim Dingin tahun ini.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN