Debut Raymond/Joaquin di All England 2026 Maret Mendatang

Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. (foto: PBSI/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, bersiap menjalani debut mereka di ajang legendaris All England Open Badminton Championships yang akan digelar di Birmingham, 3–8 Maret mendatang.
Bagi pasangan ini, tampil di turnamen bulu tangkis tertua di dunia bukan sekadar agenda kompetisi, melainkan mimpi yang akhirnya terwujud. Setelah melewati jadwal padat sepanjang Januari dan memperkuat Indonesia di Badminton Asia Team Championships, fokus mereka kini tertuju ke panggung besar di Inggris.
Joaquin mengaku All England sudah lama masuk daftar impiannya. Menurutnya, atmosfer turnamen tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap pebulutangkis.
“Ini salah satu wishlist saya. Main di All England itu rasanya beda. Atmosfernya spesial dan jadi turnamen yang paling ditunggu. Tapi ambisi tetap harus dikontrol, step by step,” ujarnya ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung.
Raymond pun tak kalah antusias. Ia mengaku penasaran merasakan sensasi bermain di Utilita Arena Birmingham, termasuk mencoba karpet abu-abu ikonik yang menjadi ciri khas All England.
“Saya ingin mencoba karpet abu. Belum pernah main di sana, jadi penasaran saja seperti apa rasanya. Apalagi ini All England, pasti keren,” katanya.
Performa Raymond/Joaquin memang tengah menanjak. Setelah menjuarai Australia Open 2025, mereka melanjutkan tren positif dengan menjadi runner-up Indonesia Masters dan Thailand Masters 2026. Konsistensi itu membawa mereka menembus 20 besar dunia dan mulai diperhitungkan di level elite.
Meski ambisi juara ada, Raymond menegaskan mereka tetap fokus pada persiapan.
“Target pasti ingin yang terbaik. Tapi sekarang fokusnya latihan, pemulihan fisik, dan peningkatan performa. Apalagi kami akan menjalani tiga turnamen beruntun, tidak mudah,” ucapnya.
Seiring prestasi yang meningkat, ekspektasi publik pun ikut naik. Joaquin mengakui tekanan kini terasa lebih besar dibanding tahun lalu. “Dulu kami dari bawah mengejar. Sekarang orang-orang sudah berharap kami bisa menang terus. Pressure pasti lebih besar,” tuturnya.













