Friday, July 17, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Topik yang Dibicarakan Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 09.00 WIB
topik_yang_dibicarakan_prabowo_subianto_dan_emmanuel_macron

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron. (Foto: Metro Kaltara)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan kunjungannya ke Prancis untuk memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Dalam pertemuannya dengan Presiden Emmanuel Macron di Paris, Kamis (28/5/2026), sejumlah isu penting menjadi agenda pembahasan kedua negara.

Salah satu topik yang dibicarakan ialah implementasi perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang sebelumnya disepakati di Berlaymont, Brussel, Belgia, pada Juli 2025.

“Kita dalam hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting, kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union CEPA,” kata Prabowo dalam pidatonya, dilansir dari CNN Indonesia.

Selain kerja sama ekonomi, Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan hubungan bilateral di sektor investasi. Ia menyatakan pemerintah Indonesia ingin terus memperluas peluang kerja sama ekonomi dengan Prancis pada masa mendatang.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyambut pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council yang diharapkan menjadi wadah mempererat kolaborasi dunia usaha kedua negara.

Kepala negara juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan Prancis kini telah memiliki status comprehensive strategic partnership. Menurutnya, kemitraan tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih seimbang sekaligus memberi dampak lebih luas bagi kedua negara.

Lawatan ini menjadi salah satu rangkaian diplomasi luar negeri Prabowo sejak menjabat presiden pada Oktober 2024. Selama sekitar satu setengah tahun memimpin, Prabowo tercatat sudah empat kali berkunjung ke Prancis dan sekali menerima kunjungan Macron ke Indonesia.

Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5/2026) pagi untuk memenuhi undangan resmi pemerintah Prancis.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan kunjungan tersebut sebelumnya sempat direncanakan pada April lalu, namun tertunda karena penyesuaian jadwal kedua kepala negara.

“Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” ujar Sugiono kepada wartawan, Rabu (27/5/2026). (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN