Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

PWI Luncurkan Enam Buku Sekaligus di HPN Banten

Mistar.idMinggu, 8 Februari 2026 pukul 12.13 WIB
pwi_luncurkan_enam_buku_sekaligus_di_hpn_banten

Peluncuran dan bedah buku dalam rangkaian HPN di Banten. (Foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Serang, MISTAR.ID

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) meluncurkan enam buku karya wartawan, sekaligus menggelar bedah buku milik mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo. Acara peluncuran buku sekaligus saat merayakan Hari Pers Nasional (HPN) Banten 2026, di Hotel Aston, Serang, Minggu (8/2/2026).

Peluncuran buku dalam rangkaian HPN Banten 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa jurnalis tidak hanya piawai di lapangan, tetapi juga produktif melahirkan karya literasi.

Ratusan pengurus serta anggota PWI dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia memadati lokasi acara, menciptakan atmosfer intelektual sekaligus penuh keakraban.

Sejumlah nama besar turut hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya wartawan senior Ilham Bintang, Don Bosco, Heddy Lukito, Suryopratomo, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat, hingga Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. Kehadiran mereka mempertegas pentingnya peran literasi jurnalistik dalam memperkuat ekosistem pers nasional.

Salah satu buku yang menyita perhatian adalah sesi bedah buku karya Suryopratomo. Sosok yang akrab disapa Mas Tommy. Jurnalis senior yang pernah berkarier di Kompas, Media Indonesia, dan Metro TV itu baru saja menuntaskan tugas negara sebagai Duta Besar Indonesia untuk Singapura periode 2020–2025.

Pengalaman diplomatiknya kemudian dituangkan dalam sebuah buku reflektif yang mengupas sisi lain hubungan bilateral dan dinamika penugasan luar negeri.

“Buku ini layak kita ikuti dan kita simak. Banyak cerita yang ditulis Mas Tommy sangat luar biasa dan penuh pelajaran,” ujar Akhmad Munir, Ketua PWI Pusat saat memberikan sambutan dalam sesi diskusi.

Selain karya Tommy, enam buku wartawan PWI turut diperkenalkan kepada publik. Salah satunya berjudul Langkah Sunyi Menuju Puncak karya Abdul Hakim, jurnalis Antara Biro Nusa Tenggara Barat. Buku ini mengangkat biografi Ketua PWI Pusat dengan pendekatan naratif yang inspiratif.

Kemudian ada buku Belajar Mencintai dari Kearifan Baduy, hasil refleksi Kemah Budaya PWI Pusat yang menggambarkan nilai-nilai lokal masyarakat adat Baduy dalam menjaga harmoni dengan alam dan nurani. Karya tersebut menekankan pentingnya jurnalisme yang peka terhadap budaya dan kearifan lokal.

Selanjutnya, buku Wajah Pers Kini dan Esok karya Bambang Sadono—mantan Sekretaris PWI periode 1998–2003—membedah tantangan dan masa depan industri media di era digital. Beberapa judul lain seperti Melawat ke Talawi, Anugerah Jurnalistik Adinegoro, dan Jejorong juga memperkaya ragam tema, mulai dari perjalanan jurnalistik hingga catatan sejarah pers.

Ketua PWI Kabupaten Asahan, Sapriadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyebut peluncuran buku di HPN Banten sebagai langkah penting untuk membangun budaya literasi di kalangan wartawan daerah.

“Kegiatan seperti ini memotivasi kami di daerah agar lebih produktif menulis buku, bukan hanya berita harian. Wartawan harus meninggalkan jejak pemikiran,” ujarnya.

Menurutnya, peluncuran buku dan bedah karya jurnalistik menjadi bukti bahwa pers Indonesia terus berkembang, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak pengetahuan dan peradaban.

Sapriadi mengatakan dengan rangkaian peluncuran buku, diskusi, hingga bedah karya tokoh pers nasional, HPN 2026 di Banten tak sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penguatan kualitas jurnalisme berbasis literasi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN