Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Prakiraan BMKG: Berikut Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Dua Hari ini

Mistar.idJumat, 26 Desember 2025 15.22
journalist-avatar-top
prakiraan_bmkg_berikut_wilayah_yang_berpotensi_hujan_lebat_dan_angin_kencang_dua_hari_ini

ilustrasi hujan. (foto: Pexels/Lerone Pieters)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 26-27 Desember 2025. Dalam sepekan terakhir, BMKG juga mencatat adanya peningkatan signifikan pada Indeks Cold Surge atau seruakan dingin, yang menandakan aliran udara dingin dari benua Asia menuju wilayah Indonesia.

"Kondisi ini memicu hujan sedang hingga lebat di wilayah Barat dan Selatan Indonesia bersamaan dengan menguatnya angin Monsun Asia," tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Jumat (26/12/2025).

Faktor cuaca ekstrem di Indonesia BMKG memprakirakan berbagai fenomena atmosfer, baik pada skala global, regional, maupun lokal, akan berperan signifikan dalam memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

Pada skala global–regional, tercatat adanya perbedaan tekanan udara lebih dari 10 hPa antara wilayah Gushi dan Hongkong pada 21 Desember 2025. Kondisi ini mengindikasikan perambatan seruakan dingin (cold surge) dari Asia menuju Indonesia, yang memicu peningkatan intensitas hujan di sebagian besar wilayah Tanah Air.

"Fenomena ini diperkirakan masih akan berlangsung, terutama selama periode Natal 2025," kata BMKG.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat turut meningkatkan potensi penguapan di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Tak hanya itu, kondisi La Nina lemah juga berkontribusi terhadap meningkatnya potensi hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Selanjutnya, kombinasi fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer diprakirakan aktif di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, serta Selat Malaka bagian utara.

Kondisi tersebut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut. Lantas, wilayah mana saja yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada 26–27 Desember 2025?

Hujan lebat dan angin kencang pada 26-27 Desember 2025 Berdasarkan data "Peringatan Dini Cuaca Indonesia" yang dirilis BMKG, berikut daftar wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 26-27 Desember 2025:

Jumat, 26 Desember 2025

1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat:

Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua.

2. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat:

Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.

3. Wilayah yang berpotensi angin kencang: Bali Banten Maluku.

Sabtu, 27 Desember 2025

1. Wilayah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat:

Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah Papua Pegunungan Papua 2. Wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat: Aceh Sumatera Utara Bengkulu Lampung Jawa Barat Jawa Timur Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Kalimantan Selatan Papua Selatan 3. Wilayah yang berpotensi angin kencang: Banten.

Demikian informasi terkait potensi cuaca ekstrem pada 26-27 Desember 2025 yang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Indonesia.

Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, memantau pembaruan informasi cuaca dari pihak berwenang, serta mengambil langkah antisipasi guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem selama periode tersebut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN