Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

BMKG Ungkap Periode Rawan Siklon Tropis, Libur Akhir Tahun 2025 Lebih Basah

Mistar.idSelasa, 23 Desember 2025 16.04
JS
bmkg_ungkap_periode_rawan_siklon_tropis_libur_akhir_tahun_2025_lebih_basah

Ilustrasi Siklon Tropis. (foto:wikimedi/amistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan terdapat periode tumpang tindih pada bulan November dan Desember 2025 yang menjadi masa rawan terbentuknya siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.

Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, dalam konferensi pers Climate Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (23/12/2025), menjelaskan bahwa periode tersebut merupakan fase peralihan antara musim siklon di belahan Bumi utara dan selatan. Siklon tropis di belahan Bumi utara umumnya terbentuk pada Juni hingga Desember, sementara di belahan Bumi selatan terjadi pada November hingga April.

“Belahan Bumi selatan itu November–Desember hingga April, sehingga terjadi overlapping pada November dan Desember. Fenomena ini tidak bisa diprediksi secara musiman atau tahunan karena memiliki periodisasi tersendiri,” ujar Guswanto.

Ia menegaskan bahwa siklon tropis berbeda dengan fenomena iklim musiman karena tidak dapat diprediksi dalam jangka panjang. Siklon tropis memiliki siklus hidup kurang dari 10 hari dan umumnya baru dapat diperkirakan dalam rentang tiga hari hingga satu pekan sebelum terbentuk.

Meski demikian, BMKG mampu mendeteksi potensi siklon sejak tahap awal, mulai dari munculnya daerah bertekanan rendah hingga berkembang menjadi bibit siklon tropis. Informasi tersebut juga disosialisasikan kepada publik, seperti yang dilakukan saat mendeteksi Siklon Tropis Senyar.

Siklon Tropis Senyar merupakan Bibit Siklon Tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka. Dampaknya, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat diguyur hujan setiap hari hingga memicu banjir bandang dan tanah longsor dengan kerusakan signifikan di sejumlah daerah pada 25 November 2025.

Terbaru, tim meteorologi BMKG mendeteksi keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia yang berpotensi mempengaruhi tinggi gelombang laut hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia pada periode 23–26 Desember 2025.

“Sejak tahap awal, mulai dari low pressure area hingga berkembang menjadi siklon tropis, prosesnya dapat terdeteksi,” kata Guswanto. Ia merekomendasikan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta terus memantau informasi dan peringatan dini cuaca dari kanal resmi BMKG.

Libur Akhir Tahun Diprediksi Lebih Basah

BMKG memprediksi libur akhir tahun 2025 akan diwarnai cuaca lebih basah akibat meningkatnya seruakan dingin (cold surge) serta berbagai dinamika atmosfer.

BMKG mencatat adanya peningkatan signifikan seruakan dingin dalam sepekan terakhir, yang menandakan aliran udara dingin dari daratan Asia menuju Indonesia. Seruakan dingin merupakan aliran massa udara dari dataran Siberia yang bersifat kering dan dapat mempengaruhi pola cuaca di wilayah Indonesia.

“Kondisi ini memicu hujan sedang hingga lebat di wilayah barat dan selatan Indonesia seiring menguatnya angin Monsun Asia,” tulis BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan Periode 23–29 Desember 2025.

BMKG juga memprakirakan fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal akan berperan signifikan terhadap cuaca sepekan ke depan. Pada skala global-regional, perbedaan tekanan udara lebih dari 10 hPa antara Gushi dan Hong Kong pada 21 Desember 2025 mengindikasikan perambatan seruakan dingin dari Asia ke Indonesia, terutama saat periode Natal.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat berpotensi meningkatkan penguapan di sejumlah wilayah perairan, mulai dari pesisir barat Aceh hingga Lampung, Selat Malaka, perairan selatan Kepulauan Natuna, perairan barat Kalimantan Barat, perairan utara Jawa bagian barat–tengah, hingga Samudra Pasifik utara Papua.

Fenomena La Nina lemah turut meningkatkan potensi hujan di Indonesia bagian timur. Kombinasi Madden–Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer juga diprakirakan aktif di beberapa wilayah perairan, yang berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan.

Peran Bibit Siklon Tropis 93S

Selain seruakan dingin, Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat diperkirakan memberikan dampak tidak langsung ke sejumlah wilayah.

Bibit siklon ini memiliki tekanan pusat sekitar 985 hPa dengan kecepatan angin maksimum mencapai 55 knot dan diperkirakan bergerak ke arah barat. BMKG menyebut, dalam 48 jam ke depan, bibit siklon ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dengan kategori tinggi.

“Bibit siklon tropis ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi angin di wilayah pesisir barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan,” jelas BMKG.

BMKG memprakirakan cuaca di Indonesia selama sepekan ke depan umumnya berawan hingga hujan ringan. Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat perlu diwaspadai di sejumlah wilayah. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN