Indonesia “Dikepung” Siklon Tropis, Ini Fakta, Dampak, dan Daftar Namanya

Penampakan Indonesia yang ‘Dikepung’ Siklon Tropis. (foto:bmkg/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Indonesia kembali menjadi sorotan cuaca ekstrem karena beberapa siklon tropis sekaligus “mengepung” wilayah Nusantara. Fenomena ini menarik karena meski Indonesia jarang dilalui siklon, sistem tropis tetap bisa memicu hujan lebat, gelombang tinggi, dan bencana banjir. Berikut fakta lengkapnya.
Berapa Banyak Siklon Tropis Saat Ini?
BMKG melaporkan bahwa saat ini terdapat tiga sistem siklon tropis yang aktif di sekitar Indonesia:
- Siklon Bakung di Samudra Hindia barat daya Lampung.
- Bibit Siklon 93S di perairan NTB–NTT.
- Bibit Siklon 95S di perairan dekat Indonesia.
Ketiganya belum semua berkembang menjadi badai kuat, tetapi dapat mempengaruhi cuaca dengan hujan deras dan gelombang tinggi.
Nama-Nama Siklon Tropis yang Pernah Mempengaruhi Indonesia
Selain sistem saat ini, sejarah menunjukkan beberapa siklon yang berdampak nyata:
- Taliah – mempengaruhi cuaca di selatan Indonesia pada awal 2025.
- Cyclone Senyar (04B) – melewati Sumatra dan Malaysia, memicu hujan ekstrem dan banjir November 2025.
- Cempaka (2017) – membawa gelombang tinggi dan hujan lebat di Jawa dan Bali.
Bagaimana Siklon Bergerak?
Siklon tropis terbentuk di perairan hangat dan bergerak dipengaruhi oleh:
- Angin lapisan atas dan distribusi tekanan.
- Perbedaan suhu laut yang menjadi sumber energi.
- Gaya Coriolis akibat rotasi bumi, meski di Indonesia pengaruhnya lebih lemah.
Beberapa siklon dapat bergerak dekat daratan, menimbulkan hujan berkepanjangan di wilayah tertentu. Contohnya, Cyclone Senyar menyebabkan banjir masif di Sumatra Utara karena lintasannya lambat dan hujannya terfokus di satu area.
Dampak Siklon di Indonesia
1. Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat
Bibit siklon seperti 93S atau Taliah mampu menimbulkan hujan deras, genangan, banjir lokal, dan potensi flash flood di beberapa wilayah.
2. Gelombang Laut Tinggi
Siklon di perairan selatan Nusantara menimbulkan gelombang 1,25–2,5 meter, berdampak pada pelayaran dan aktivitas nelayan.
3. Bencana Banjir dan Longsor
Cyclone Senyar menunjukkan bagaimana hujan dari siklon tropis dapat memicu banjir besar dan tanah longsor, merusak infrastruktur, dan memaksa ribuan orang mengungsi.
Fakta Menarik
- Indonesia bukan jalur siklon utama, tetapi tetap rentan terkena dampak.
- Siklon yang terbentuk dekat khatulistiwa (misal Cyclone Senyar) merupakan fenomena langka.
- Dampak paling terasa biasanya dari hujan ekstrem dan banjir, bukan dari angin siklon itu sendiri.
Kesimpulannya, meski Indonesia jarang menjadi jalur utama siklon tropis, fenomena seperti ini menunjukkan kerentanan terhadap cuaca ekstrem. Mengetahui nama, pergerakan, dan dampaknya penting agar masyarakat bisa siap menghadapi hujan lebat, gelombang tinggi, dan potensi bencana.
(berbagaisumber/ai/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Dua Lembaga PBB Balas Surat dari Aceh, Isinya Begini






















