Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

BMKG Waspadai Siklon Bakung dan Bibit Siklon 92S–93S, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai

Mistar.idRabu, 17 Desember 2025 08.32
journalist-avatar-top
bmkg_waspadai_siklon_bakung_dan_bibit_siklon_92s93s_potensi_cuaca_ekstrem_mengintai

BMKG memantau dua bibit siklon tropis dan Siklon Tropis Bakung yang aktif di perairan Indonesia. (Foto: Antara)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Tiga sistem cuaca, yakni Bibit Siklon Tropis 92S, Bibit Siklon Tropis 93S, serta Siklon Tropis Bakung, saat ini terpantau aktif di perairan sekitar wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang ditimbulkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan terus melakukan pemantauan intensif terhadap Siklon Tropis Bakung bersama dua bibit siklon tropis yang berada di Samudra Hindia.

Melalui unggahan di akun X pada Minggu (14/12), BMKG menjelaskan bahwa ketiga sistem tersebut berpotensi memicu cuaca ekstrem dan memengaruhi kondisi perairan Indonesia dalam 24 jam mendatang, meskipun dampaknya bersifat tidak langsung.

BMKG menerangkan bahwa Siklon Tropis Bakung berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 12 Desember pukul 19.00 WIB. Saat ini, pusat siklon berada di koordinat 9,9 derajat Lintang Selatan dan 92,4 derajat Bujur Timur, tepatnya di Samudra Hindia barat daya Lampung. Kecepatan angin maksimum tercatat mencapai 60 knot atau sekitar 110 km/jam, dengan tekanan udara minimum 984 hPa.

Dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis Bakung diperkirakan akan melemah, namun masih berada pada kategori 2. Pergerakannya cenderung menjauh dari wilayah Indonesia ke arah barat daya.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 92S dinilai memiliki peluang kecil untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam satu hari ke depan.

BMKG menyebut kombinasi Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 92S dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, seperti Bengkulu, Lampung, dan Sumatra Barat.

Selain hujan, kedua sistem tersebut berpotensi menyebabkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di beberapa perairan, meliputi:

  1. Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  2. Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung
  3. Perairan barat Bengkulu sampai Lampung
  4. Selat Sunda bagian selatan
  5. Samudra Hindia selatan Banten
  6. Perairan selatan Banten

BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang yang lebih tinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, di wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.

Di sisi lain, Bibit Siklon Tropis 93S turut memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di Jawa Timur, Bali, serta Nusa Tenggara Barat.

Bibit siklon ini juga berisiko memicu gelombang laut tinggi di kawasan berikut:

  1. Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Pulau Sumba
  2. Perairan selatan Jawa Barat sampai Pulau Sumba
  3. Selat Bali, Lombok, dan Alas bagian selatan


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN