Prabowo Sambut Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus di Istana Merdeka

Prabowo terima kunjungan balasan Presiden Belarus Lukashenko, bakal bahas penguatan kerja sama kedua negara. (foto: Sekretariat Presiden/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi kunjungan balasan setelah Prabowo berkunjung ke Belarus pada Juli 2025.
Rombongan Presiden Lukashenko tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.25 WIB. Sebelum memasuki Istana Merdeka, iring-iringan kendaraan tamu negara melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas) dengan pengawalan 80 pasukan berkuda dan 17 personel motoris.
Di halaman depan Istana Merdeka, Lukashenko disambut langsung oleh Presiden Prabowo. Kedua pemimpin kemudian berjabat tangan sebelum mengikuti prosesi penyambutan kenegaraan.
Upacara berlangsung khidmat dengan kehadiran pasukan kehormatan, para pelajar sekolah dasar yang membawa bendera Indonesia dan Belarus, serta penampilan Tari Enggang dari Kalimantan Timur sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara yang diiringi 21 dentuman meriam. Setelah itu, Prabowo dan Lukashenko melakukan inspeksi pasukan kehormatan.
Kedua kepala negara kemudian saling memperkenalkan anggota delegasi masing-masing sebelum menuju Ruang Kredensial untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.
Sejumlah menteri turut mendampingi Presiden Prabowo, di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Usai penyambutan resmi, kedua pemimpin dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral guna membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor strategis.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo ke Belarus pada 15 Juli 2025. Menurutnya, hubungan kedua negara kini semakin erat melalui penyusunan roadmap kerja sama bilateral.
Pemerintah Indonesia memprioritaskan penguatan kolaborasi yang sejalan dengan agenda nasional, terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Selain itu, kedua negara juga berupaya memperluas kerja sama di sektor pertanian, perdagangan komoditas, hingga penyediaan bahan baku pupuk.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan semakin memperkokoh hubungan Indonesia dan Belarus yang terus berkembang dalam bidang perdagangan, pertanian, investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta ketahanan pangan.
Belarus juga dinilai sebagai mitra strategis Indonesia di kawasan Eurasia. Posisi negara tersebut sebagai anggota utama Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terlebih setelah Indonesia dan EAEU menandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU pada Desember 2025.
PREVIOUS ARTICLE
Motif Taufik Sekap dan Aniaya Kekasih Diungkap, Kapolda: Ayahnya Juga Sering Dipukul





















