Saturday, November 7, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Menteri PPPA Ajak Masyarakat Empati Sikapi Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Mistar.idSabtu, 7 November 2026 pukul 13.58 WIB
menteri_pppa_ajak_masyarakat_empati_sikapi_kasus_pembunuhan_ibu_dan_anak_di_madiun

Menteri PPPA, Arifah Fauzi. (Foto: Tempo/Ilham Balindra)

Jakarta, MISTAR.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak masyarakat menyikapi kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, dengan empati dan bijaksana.

Ia meminta masyarakat menghormati korban dan keluarga yang ditinggalkan serta memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan.

"Kami mengajak masyarakat untuk menyikapi peristiwa ini dengan penuh empati, menghormati korban dan keluarga yang ditinggalkan, serta memberikan ruang bagi proses hukum untuk berjalan," kata Arifah Fauzi di Jakarta, Sabtu.

Arifah menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas peristiwa kekerasan yang menyebabkan seorang ibu dan anaknya meninggal dunia.

Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya memperkuat kepedulian dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

"Perlindungan bagi perempuan dan anak harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang," ujarnya.

Ia mengatakan, perlindungan perempuan juga perlu berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan. Sebab, berbagai tantangan seperti tekanan ekonomi, tanggung jawab keluarga, pengasuhan anak, hingga kondisi lingkungan sosial dapat memengaruhi kehidupan perempuan.

Karena itu, dukungan keluarga, masyarakat, dan negara diperlukan agar perempuan memiliki kesempatan menjalani kehidupan yang aman dan bermartabat.

Salah satu upaya yang dinilai penting adalah memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan. Menurut Arifah, akses terhadap pendidikan, keterampilan, pekerjaan, penghasilan, dan sumber daya ekonomi dapat membantu perempuan mengembangkan potensi serta meningkatkan kemandirian.

"Pemberdayaan ekonomi perempuan perlu terus diperkuat agar perempuan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraannya," katanya.

Selain itu, ia menegaskan dukungan sosial, perlindungan hukum, serta layanan yang mudah dijangkau juga harus tersedia bagi perempuan yang menghadapi situasi dan membutuhkan pertolongan. (hm25/antara)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN