Thursday, July 16, 2026
home_banner_first
NASIONAL

KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar, 1 Tewas dan 24 Penumpang Masih Hilang

Mistar.idKamis, 16 Juli 2026 pukul 21.13 WIB
km_nurul_salsa_tenggelam_di_selayar_1_tewas_dan_24_penumpang_masih_hilang

Ilustrasi, petugas Basarnas berupaya mengevakuasi para penumpang yang selamat. (foto:ferry/chatgpt/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID, (16/7/2026) – Kapal Motor (KM) Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, setelah mengalami mati mesin saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar.

Hingga Kamis (16/7/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 penumpang yang dinyatakan hilang. Sementara itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya berhasil diselamatkan.

Kapal Mati Mesin Sebelum Tenggelam

Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan kapal mengalami gangguan mesin saat berada sekitar 43 mil laut (nautical mile) dari Pelabuhan Benteng Selayar.

"Kapal mati mesin sebelum tenggelam di perairan barat Pulau Polassi. Setelah mati mesin, kapal kemudian tenggelam," kata Arif dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

KM Nurul Salsa diketahui berangkat dari Pulau Jampea pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA. Setelah menerima laporan kejadian, Basarnas Makassar langsung mengerahkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Puluhan Korban Berhasil Dievakuasi

Operasi penyelamatan membuahkan hasil setelah KM Harapan Kita yang melintasi jalur pelayaran tersebut menemukan para korban sekitar 18 mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal.

Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita, termasuk awak kapal. Sementara enam korban lainnya diselamatkan nelayan yang berada di sekitar lokasi dan dievakuasi ke Pulau Polassi.

"Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal," ujar Arif.

Dari proses evakuasi awal, total 47 korban berhasil ditemukan. Sebanyak 46 orang selamat, sedangkan satu penumpang ditemukan meninggal dunia.

Data Penumpang Bertambah, 24 Orang Masih Dicari

Basarnas awalnya menerima informasi bahwa jumlah orang di atas kapal sekitar 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah penumpang dan awak kapal ternyata mencapai 70 orang.

Akibat perubahan data tersebut, jumlah korban yang masih belum ditemukan bertambah menjadi 24 orang.

"Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang bersama pihak terkait, jumlah keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang," jelas Arif.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap para korban yang belum ditemukan.

Operasi SAR Libatkan Banyak Unsur

Pencarian melibatkan berbagai instansi, mulai dari Tim Rescue Pos SAR Selayar, Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Satpolair, hingga nelayan setempat.

Tim SAR juga menggunakan metode Search and Rescue Planning (Sarmap) untuk memprediksi pergerakan korban yang dipengaruhi arus laut dan angin guna memperluas area pencarian.

Transportasi Laut Jadi Nadi Kehidupan Selayar

Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan wilayah kepulauan yang menaungi sekitar 130 pulau. Karena kondisi geografis tersebut, transportasi laut menjadi sarana utama mobilitas masyarakat sekaligus penunjang aktivitas ekonomi.

Insiden KM Nurul Salsa kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan pelayaran di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut sebagai penghubung antarwilayah.

Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran dengan harapan seluruh korban yang belum ditemukan dapat segera ditemukan.

(berbagasiumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN