Wednesday, August 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Kebakaran Proyek Gedung di Cikini Berhasil Dipadamkan, Delapan Pekerja Dievakuasi Selamat

Mistar.idRabu, 5 Agustus 2026 pukul 17.10 WIB
kebakaran_proyek_gedung_di_cikini_berhasil_dipadamkan_delapan_pekerja_dievakuasi_selamat

Kebakaran Proyek Gedung di Cikini Berhasil Dipadamkan. (foto:nkripost/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (5/8/2026) — Kebakaran melanda sebuah proyek gedung bertingkat di kawasan Ruko Central Cikini, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/8). Peristiwa tersebut memicu kepulan asap hitam pekat yang terlihat membumbung dari area basement hingga lantai atas bangunan.

Laporan mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 14.45 WIB. Tak lama berselang, personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Besarnya kepulan asap sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun mengalami perlambatan sebelum akhirnya dilakukan rekayasa oleh pihak kepolisian guna mengurangi kepadatan kendaraan.

20 Unit Damkar dan 80 Personel Dikerahkan

Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Unit pertama dari Pos Taman Ismail Marzuki tiba di lokasi sekitar pukul 14.49 WIB, sedangkan operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 14.52 WIB.

Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dengan dukungan sekitar 80 personel diterjunkan untuk mengendalikan api.

Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan penyisiran di setiap lantai bangunan untuk memastikan tidak ada pekerja yang masih terjebak, sekaligus mengendalikan kepulan asap yang memenuhi area gedung.

Berkat penanganan cepat tersebut, api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 15.20 WIB sehingga tidak sempat merambat ke bangunan lain di kawasan Cikini Raya. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Delapan Pekerja Berhasil Dievakuasi, Tidak Ada Korban Jiwa

Di tengah proses pemadaman, petugas juga melakukan evakuasi terhadap pekerja yang berada di dalam bangunan.

Sebanyak delapan pekerja sempat terjebak di atap gedung akibat kepulan asap tebal. Namun seluruhnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Hingga pembaruan terakhir, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka serius dalam peristiwa tersebut.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Hingga saat ini, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.

Pihak Gulkarmat menyatakan fokus utama masih pada proses pendinginan serta memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Setelah lokasi dinyatakan aman, penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.

Area proyek juga masih diamankan sebagai bagian dari proses investigasi, sementara aparat kepolisian tetap mengatur lalu lintas di sekitar lokasi hingga kondisi benar-benar kondusif.

Fakta Menarik dari Kebakaran Cikini

Peristiwa ini menyisakan sejumlah fakta yang menarik perhatian.

Pertama, kepulan asap jauh lebih dominan dibandingkan kobaran api yang terlihat dari luar bangunan. Kondisi tersebut mengindikasikan kebakaran kemungkinan berasal dari ruang tertutup atau area basement sehingga asap terakumulasi di dalam gedung.

Kedua, respons petugas berlangsung sangat cepat. Selisih waktu antara laporan warga dengan kedatangan unit pertama hanya sekitar empat menit, sementara operasi pemadaman dimulai sekitar tujuh menit setelah laporan diterima.

Ketiga, proses evakuasi berjalan efektif. Meski delapan pekerja sempat terjebak akibat asap tebal, seluruhnya berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.

Risiko Kebakaran pada Gedung yang Masih Dibangun

Kebakaran di proyek bangunan seperti yang terjadi di Cikini kembali mengingatkan pentingnya sistem keselamatan kerja selama proses konstruksi.

Pada tahap pembangunan, banyak gedung belum memiliki sistem proteksi kebakaran yang berfungsi penuh, seperti sprinkler otomatis, alarm kebakaran, maupun sistem pengendali asap. Akibatnya, ketika terjadi kebakaran, asap sering kali menjadi ancaman terbesar bagi pekerja dibandingkan kobaran api itu sendiri.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya respons cepat petugas pemadam kebakaran. Pengerahan 20 unit pemadam beserta puluhan personel dalam waktu singkat berhasil mencegah api meluas ke bangunan lain di kawasan padat Jalan Cikini Raya.

Meski demikian, penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk mengetahui sumber api sekaligus mengevaluasi standar keselamatan pada proyek konstruksi agar kejadian serupa tidak terulang.

(berbagaisumber/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN