Monday, September 28, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Jokowi Resmi Gabung PSI, Pengamat: Belum Tentu Bikin Partai Lolos ke Senayan

Mistar.idSenin, 28 September 2026 pukul 09.46 WIB
jokowi_resmi_gabung_psi_pengamat_belum_tentu_bikin_partai_lolos_ke_senayan

Jokowi bersama pengurus PSI (Foto: Kompas)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID — Bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo sebagai anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi perhatian dalam peta politik menuju Pemilu 2029. Sejumlah pengamat memberikan pandangan berbeda mengenai dampak keputusan tersebut terhadap elektabilitas dan konsolidasi PSI.

Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga menilai kehadiran Jokowi belum tentu memberikan perubahan besar terhadap posisi PSI dalam persaingan politik nasional.

Menurut Jamiluddin, publik sudah mengetahui kedekatan Jokowi dengan PSI sebelum status keanggotaannya diumumkan secara terbuka. Karena itu, pengumuman resmi tersebut dinilai tidak otomatis menghasilkan perubahan signifikan terhadap elektabilitas partai.

Jamiluddin juga menyoroti rencana penerapan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 5 persen. Jika ketentuan tersebut diterapkan, PSI akan menghadapi tantangan tambahan untuk memperoleh kursi di DPR.

Ia menilai Jokowi saat ini tidak lagi menjadi faktor yang secara otomatis membuat pemilih berpindah pilihan politik ke PSI.

Meski demikian, Jamiluddin melihat kehadiran Jokowi tetap dapat memberikan dampak terhadap kerja internal partai. Status Jokowi sebagai kader dapat menjadi pemacu bagi kader PSI untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan aktivitas politik di berbagai daerah.

Menurutnya, Jokowi berpotensi menjadi simbol konsolidasi yang mendorong kader PSI memperkuat kepengurusan hingga tingkat daerah dan akar rumput.

Adi Prayitno Sebut Jokowi Mulai Keluarkan Strategi untuk PSI

Sementara itu, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno melihat langkah Jokowi masuk secara resmi ke PSI sebagai bagian dari upaya meningkatkan elektabilitas partai.

Adi menyoroti aktivitas Jokowi yang belakangan mulai menghadiri berbagai kegiatan PSI dan turun langsung dalam agenda partai.

Menurut Adi, langkah tersebut menunjukkan adanya upaya untuk memperkuat keterlibatan Jokowi dalam aktivitas politik PSI setelah sebelumnya status keanggotaannya belum disampaikan secara terbuka.

Ia menilai kehadiran Jokowi dapat memberikan tambahan eksposur bagi PSI, terutama karena nama mantan presiden tersebut masih menjadi bagian penting dalam pemberitaan politik nasional.

Namun, Adi juga menyebut terdapat kemungkinan langkah lain apabila keberadaan Jokowi sebagai anggota PSI belum memberikan dampak sesuai yang diharapkan partai.

Salah satu opsi yang disebutnya adalah menempatkan Jokowi pada posisi kepemimpinan strategis di tubuh PSI. Adi menyebut posisi ketua umum sebagai salah satu kemungkinan yang dapat menjadi bahan pembahasan politik di kemudian hari.

Jokowi Tunjukkan KTA PSI

Sebelumnya, Jokowi secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung di Grand Pasundan, Jawa Barat, Sabtu (26/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyatakan dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI sejak 14 Oktober 2025.

Jokowi memperlihatkan kartu anggota tersebut untuk menegaskan status keanggotaannya sekaligus menjawab keraguan mengenai posisinya di partai yang dipimpin Kaesang Pangarep tersebut. Sejumlah laporan media juga mengonfirmasi bahwa Jokowi menyatakan keanggotaannya telah tercatat sejak tanggal tersebut.

Jokowi juga meminta jajaran PSI tidak lagi memperdebatkan status keanggotaannya. Setelah mengungkap KTA, ia mendorong kader untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kerja politik di tengah masyarakat.

Perkembangan tersebut membuat posisi Jokowi di PSI menjadi salah satu isu yang akan terus mendapat perhatian menjelang Pemilu 2029. Sementara itu, dampak nyata bergabungnya Jokowi terhadap elektabilitas PSI masih menjadi perdebatan di kalangan pengamat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN