Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Ade Armando Mundur dari PSI

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 10.14 WIB
ade_armando_mundur_dari_psi

Ade Armando. (Foto: Instagram @adearmando)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, memutuskan untuk mundur dari partai yang selama ini menaunginya. Langkah tersebut diambil setelah dirinya dilaporkan oleh 40 organisasi masyarakat (ormas) ke pihak kepolisian atas dugaan penodaan agama.

“Melalui konferensi pers ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI. Tidak ada konflik di antara saya dengan PSI, tapi saya mundur demi kebaikan bersama,” ujar Ade Armando dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026), dilansir dari Kompas.com.

Ade menjelaskan, keputusan itu bukan karena adanya persoalan internal dengan partai, melainkan dipicu oleh dinamika eksternal. Ia menilai ada sejumlah pihak yang memanfaatkan situasi untuk menyerang PSI secara terorganisir.

Menurutnya, tindakan yang menjadi sorotan publik merupakan tanggung jawab pribadi, sehingga tidak berkaitan dengan sikap maupun kebijakan politik PSI.

“Seandainya yang menjadi sasaran tembaknya adalah hanya saya, saya tidak keberatan, saya akan hadapi kalau dipanggil polisi, saya akan datang dan jelaskan bahwa saya tidak melakukannya. Masalahnya pada saat yang sama, ternyata ada kelompok-kelompok yang dengan sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang dan menghancurkan PSI, saya tidak terima itu,” ujar dia.

Ia juga menegaskan, konten video yang diunggahnya di Cokro TV dibuat tanpa sepengetahuan maupun arahan dari partai.

“Yang saya sampaikan melalui video saya di Cokro TV, itu sama sekali tidak atas perintah oleh PSI. PSI bahkan tidak tahu bahwa saya membuat video tersebut. Jadi, kritik-kritik saya tidak pernah saya konsultasikan ke pimpinan PSI, tidak pernah saya tanyakan dulu kepada PSI, itu adalah sepenuhnya kerja jurnalistik saya,” ucap Ade Armando lagi.

Sementara itu, Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima pengunduran diri tersebut setelah melalui diskusi internal.

“Kemarin, kami mendiskusikan dan mengajak Bang Ade untuk berdiskusi tentang kondisi kekinian, kemudian Bang Ade menyatakan mengundurkan diri sebagai kader dan DPP PSI menerima pengunduran diri Bang Ade Armando, sehingga sejak kemarin malam jam 7, Bang Ade bukan lagi kader PSI,” ujar Ali.

Ali menuturkan, keputusan itu dihormati sebagai bagian dari kebebasan berekspresi yang dimiliki Ade Armando. Meski demikian, ia mengakui kepergian Ade menjadi kehilangan besar bagi partai.

“Ini tentu suatu kehilangan yang sangat besar. Kami kehilangan satu tokoh, pemikir, yang selama ini menjadi partner diskusi, bahkan menjadi pengawas moral di internal DPP PSI. Sesungguhnya yang dikritik Bang Ade ini bukan hanya tokoh-tokoh publik di luar, kami pun di PSI itu selalu dalam pemantauan beliau. Jadi, ketika DPP PSI melakukan satu langkah yang menurut dia salah, dia juga gas (kritik),” tutur Ali. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN