Saturday, July 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Heri Black Disorot KPK! Jejak Pengusaha Impor Semarang di Skandal Bea Cukai Terkuak

Mistar.idJumat, 15 Mei 2026 pukul 08.06 WIB
heri_black_disorot_kpk_jejak_pengusaha_impor_semarang_di_skandal_bea_cukai_terkuak

Ilustrasi, Heri Black Disorot KPK! Jejak Pengusaha Impor Semarang di Skandal Bea Cukai Terkuak. (foto:ferry/gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Nama Heri Setiyono alias Heri Black mendadak menjadi sorotan nasional setelah rumahnya di Semarang digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengusaha yang dikenal bergerak di sektor pengurusan impor itu disebut berkaitan dengan pengembangan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Kasus ini menjadi perhatian besar karena tidak hanya menyeret pejabat Bea Cukai, tetapi juga membuka dugaan adanya jaringan mafia impor yang melibatkan pihak swasta dan pengurusan logistik.

KPK sebelumnya telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Februari 2026 dan menetapkan sejumlah pejabat Bea Cukai serta pihak swasta sebagai tersangka. Dari pengembangan perkara tersebut, penyidik kini menelusuri dugaan aliran uang, pengondisian pemeriksaan barang impor, hingga kemungkinan praktik perintangan penyidikan.

Siapa Heri Black? Pengusaha Impor yang Kini Jadi Perhatian KPK

Heri Black diketahui merupakan nama populer dari Heri Setiyono, seorang pengusaha asal Semarang yang bergerak di bidang pengurusan impor barang.

Meski profil lengkapnya belum banyak dipublikasikan secara resmi, nama Heri Black cukup dikenal di kalangan bisnis logistik dan jasa pengurusan impor di Jawa Tengah. Sejumlah laporan media bahkan menyebutnya sebagai salah satu pengusaha dengan jaringan bisnis besar di sektor perdagangan impor.

KPK menyebut Heri Black merupakan pihak swasta yang keterangannya dibutuhkan dalam pengembangan kasus dugaan korupsi Bea Cukai.

Sorotan terhadap Heri Black menguat setelah ia sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK pada 8 Mei 2026. Ketidakhadiran tersebut membuat penyidik memperdalam penelusuran terhadap hubungan bisnis dan komunikasi sejumlah pihak yang diduga terkait perkara.

Kronologi Kasus Bea Cukai hingga Rumah Heri Black Digeledah

OTT KPK Bongkar Dugaan Suap di Bea Cukai

Kasus bermula dari operasi tangkap tangan KPK pada 4 Februari 2026. Dalam OTT tersebut, tim penyidik mengamankan total 17 orang yang terdiri dari pejabat Bea Cukai dan pihak swasta.

Sehari setelah OTT, KPK menetapkan enam tersangka, termasuk sejumlah pejabat strategis di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Perkara ini diduga berkaitan dengan praktik suap dan gratifikasi dalam pengurusan importasi barang. Penyidik mendalami adanya dugaan pengaturan pemeriksaan barang masuk, permainan administrasi kepabeanan, hingga praktik perlindungan terhadap importasi tertentu.

KPK Sita Rp5,19 Miliar dan Dalami Dugaan Mafia Impor

Dalam pengembangan perkara, KPK juga menyita uang sekitar Rp5,19 miliar dari sebuah rumah aman di Ciputat.

Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya aliran dana dari praktik pengurusan impor ilegal yang melibatkan lebih dari satu pihak.

Penyidik menduga terdapat pola pengondisian dalam proses importasi barang, termasuk kemungkinan adanya intervensi terhadap pengawasan kepabeanan.

Kasus ini kemudian berkembang menjadi perhatian serius karena menyentuh potensi kerugian negara dan dugaan permainan dalam sistem impor nasional.

Mangkir dari Pemeriksaan, Rumah Heri Black Digeledah

Setelah tidak memenuhi panggilan pemeriksaan pada 8 Mei 2026, KPK akhirnya melakukan penggeledahan di rumah Heri Black di Semarang pada 11 Mei 2026.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah dokumen, catatan, serta barang bukti elektronik (BBE).

KPK mengungkapkan bahwa barang bukti elektronik tersebut diduga memuat informasi terkait pengondisian perkara dan masih didalami penyidik.

Temuan itu membuka kemungkinan adanya unsur obstruction of justice atau perintangan penyidikan dalam kasus Bea Cukai yang kini tengah dikembangkan KPK.

Apa Status Heri Black Saat Ini?

Hingga pertengahan Mei 2026, KPK belum menetapkan Heri Black sebagai tersangka.

Namun, posisinya dinilai penting karena diduga mengetahui mekanisme pengurusan impor dan relasi antara pihak swasta dengan aparat Bea Cukai.

KPK menegaskan pemeriksaan terhadap Heri Black diperlukan untuk mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Penyidik juga belum menutup kemungkinan adanya tersangka baru seiring pendalaman terhadap dokumen dan barang bukti elektronik yang telah disita.

Mengapa Kasus Ini Jadi Sorotan Besar?

Kasus dugaan korupsi Bea Cukai ini dipandang sebagai salah satu perkara strategis karena berkaitan langsung dengan sistem pengawasan impor nasional.

Dalam banyak kasus kepabeanan, pola yang sering ditemukan meliputi manipulasi dokumen impor, pengaturan klasifikasi barang, permainan tarif dan cukai, hingga perlindungan terhadap barang yang seharusnya ditahan.

KPK kini dinilai tidak hanya mengejar penerima suap, tetapi juga berupaya membongkar ekosistem bisnis yang diduga menopang praktik impor ilegal.

Nama Heri Black menjadi penting karena diduga berada di simpul hubungan antara pengusaha impor, jasa pengurusan logistik, dan akses terhadap sistem kepabeanan.

Jika pengembangan perkara terus melebar, kasus ini berpotensi menjadi salah satu skandal terbesar di sektor kepabeanan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN