Banjir Aceh Utara Meluas, 18 Kecamatan Terendam dan Dua Warga Tewas

Banjir yang terjadi di Aceh Utara. (foto:mediaaceh/mistar)
Aceh, MISTAR.ID
Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, semakin meluas. Hingga Rabu (26/11/2025), sebanyak 18 dari 27 kecamatan terendam air. Awalnya, banjir hanya merendam lima kecamatan, namun situasi memburuk memasuki hari kelima.
Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jali, menyatakan status darurat banjir telah ditetapkan. "Kami mencatat 3.507 pengungsi hingga hari kelima ini. Ribuan lainnya terdampak banjir namun belum mengungsi. Kami siaga penuh 24 jam," ungkapnya kepada Kompas.com.
Kerusakan akibat banjir meliputi tiga unit rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang, enam rumah rusak ringan, sawah seluas 620 hektar, dan tambak 571 hektar. Delapan titik tanggul sungai mengalami kerusakan, dan satu jembatan putus akibat arus Sungai Sawang.
Bupati Ismail menekankan kebutuhan mendesak alat berat tambahan untuk mengeruk sumbatan arus air, serta logistik makanan untuk korban banjir. Kepala Puskesmas diminta menyiapkan tenaga medis di lokasi pengungsian, dengan fokus pada ibu hamil, balita, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diarahkan segera melakukan normalisasi di lokasi tersumbat.
Para camat diminta menghimpun informasi lapangan, sedangkan Dinas Sosial menyalurkan bantuan masa panik. Warga sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) diimbau tetap siaga menghadapi debit air yang tinggi akibat curah hujan dan kedangkalan sungai.
Seorang pemuda, M. Afdalil (27), warga Gampong Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, meninggal terseret arus banjir saat melintasi jalan persawahan. Korban sempat ditolong warga, namun derasnya arus membawanya ke aliran sungai. Jenazah ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Ketinggian air di lokasi mencapai 80 cm dengan arus deras, sehingga warga diimbau tidak melintasi genangan.
Ini merupakan korban kedua banjir di Aceh Utara. Sehari sebelumnya, Muzammil (30), warga Gampong Tanjong Babah Krueng, Kecamatan Matangkuli, meninggal tersengat listrik saat berusaha menyelamatkan ayam peliharaannya di rumah yang terendam banjir. (hm16)






















