Saturday, September 26, 2026
home_banner_first
NASIONAL

276 Warga Batang Keluhkan Mual dan Pusing Usai Santap MBG, Telur Disorot

Mistar.idKamis, 24 September 2026 pukul 16.37 WIB
276_warga_batang_keluhkan_mual_dan_pusing_usai_santap_mbg_telur_disorot

Korban keracunan MBG dirawat (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Batang, MISTAR.ID – Sebanyak 276 warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mengalami keluhan mual dan pusing setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang langsung menyiapkan empat fasilitas kesehatan untuk menangani warga yang terdampak.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan pelayanan kesehatan diberikan di Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang.

“Kita berikan layanan di sejumlah tempat layanan kesehatan, seperti Puskesmas Batang, RSU Limpung, Puskesmas Subah, dan RSUD Kalisari Batang,” kata Suyono saat ditemui di RSUD Kalisari, Rabu (23/9/2026) malam.

Berdasarkan pembaruan data hingga pukul 20.38 WIB, jumlah warga yang mengalami keluhan mencapai 276 orang.

“Update jam 20.38 WIB, total 276 orang yang terdampak di Bawang. Jadi perkembangan nantinya kita tunggu, saat ini kita perhatian bersama,” ujarnya.

Sampel makanan MBG diperiksa

Pemkab Batang telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengambil sampel makanan MBG yang dikonsumsi warga.

Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium guna mengetahui penyebab munculnya keluhan yang dialami warga.

“Kita tunggu bersama, sambil menunggu hasil lab. Tadi saya sudah telepon Dinas Kesehatan agar mengambil sampel,” tutur Suyono.

Hingga kini, pemerintah belum memastikan makanan yang menjadi penyebab keluhan tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan penyebabnya.

Keluhan muncul beberapa jam setelah makan

Suyono menjelaskan, menu MBG tersebut dibagikan kepada anak-anak sekolah pada Selasa (22/9/2026).

Keluhan kesehatan tidak langsung muncul setelah makanan dikonsumsi. Sejumlah warga mulai merasakan gejala beberapa jam kemudian.

“Yang anak sekolah makan jam 11.00 WIB, tapi terasanya sore, jam 01.00 (13.00 WIB) atau jam 02.00 (14.00 WIB),” jelasnya.

Selain anak sekolah, sejumlah orang tua juga dilaporkan mengalami keluhan setelah mencicipi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anak mereka.

Gejala yang banyak dirasakan antara lain mual dan pusing.

Telur disebut memiliki rasa berbeda

Suyono mengatakan telur dalam menu MBG menjadi salah satu makanan yang mendapat perhatian setelah munculnya keluhan warga.

Menurut keterangan yang diterimanya, terdapat warga yang mengaku merasakan perbedaan rasa pada telur yang dikonsumsi.

“Telur, makan telur, rasanya beda. Setelahnya menjadi mual. Tadi saya tanya pusing dan mual,” kata Suyono.

Meski demikian, pemerintah belum menyimpulkan telur sebagai penyebab keluhan kesehatan tersebut.

Kepastian mengenai penyebab dugaan keracunan MBG di Bawang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.





BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN