1.286 Guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten ini Hanya Digaji Rp500 Ribu, Pulang Mengajar Masih Harus Cari Rumput

Ilustrasi guru mengajar. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Sebanyak 1.286 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Pati hanya menerima gaji Rp500 ribu per bulan. Kondisi ini dinilai tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, ada guru yang sampai mencari rumput pakan ternak usai mengajar.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengakui keterbatasan anggaran. Eko, salah satu guru PPPK paruh waktu di Pati, mengaku hanya menerima gaji Rp 500.000 per bulan sejak resmi dilantik pada 16 Desember 2025 lalu.
Ia menjadi PPPK paruh waktu setelah tidak lolos seleksi PPPK tahap pertama. Meski telah berstatus pegawai pemerintah, Eko mengaku penghasilannya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Kalau dihitung-hitung jelas tidak cukup. Mau tidak mau harus cari tambahan,” kata Eko.
Sambung hidup cari rumput usai mengajar
Untuk menyambung hidup, setelah pulang mengajar Eko masih harus mencari rumput untuk pakan ternak miliknya. Pekerjaan sampingan itu menjadi satu-satunya cara agar dapur tetap mengepul. Secara total, Pemkab Pati mengalokasikan dana sekitar Rp39 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membayar 3.523 PPPK paruh waktu di berbagai sektor.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati, Febes Mulyono menjelaskan besaran gaji PPPK paruh waktu bervariasi. Gaji tertinggi mencapai Rp3,5 juta, namun hanya diterima oleh dua tenaga khusus. Sementara itu, gaji terendah sebesar Rp500 ribu yang mayoritas diterima tenaga pendidik.
“Yang Rp500 ribu itu guru, jumlahnya ada 1.286 orang. Mereka sebelumnya digaji melalui dana BOS,” ujar Febes.
Menurutnya, nominal tersebut dinilai sudah lebih tinggi dibandingkan sebelumnya ketika para guru hanya mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia mengakui, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama pemerintah daerah belum bisa menaikkan gaji.
“Kalau dinaikkan sedikit saja, karena jumlah gurunya banyak, dampaknya ke anggaran besar,” ucapnya.
PREVIOUS ARTICLE
Aturan Baru Pemakaian Seragam Batik Korpri




















