SUTET 275 kV Rusak, PLN Targetkan Pemulihan 14 Juni

Cuaca ekstrem robohkan tower PLN, Kamis 4 Juni 2026. (Foto: Dokumentasi PLN UID Sumut)
Medan, MISTAR.ID
PT PLN (Persero) bergerak cepat mengintensifkan proses pemulihan sistem kelistrikan di Provinsi Sumatera Utara yang sempat lumpuh akibat hantaman cuaca ekstrem pada Kamis (4/6/2026) kemarin.
Badai besar tersebut dilaporkan memicu kerusakan parah pada infrastruktur utama penyaluran energi, dengan rincian sembilan tower transmisi roboh total dan tiga tower lainnya mengalami kerusakan struktur yang berat.
Guna mengatasi keadaan darurat tersebut, PLN langsung menerapkan strategi taktis dengan memobilisasi peralatan berat dan personel lintas wilayah dari berbagai penjuru Indonesia.
Bahkan, guna memangkas waktu distribusi material di tengah kepungan pemadaman listrik berulang yang dikeluhkan warga, PLN sampai memanfaatkan jalur udara dengan menggandeng jajaran TNI Angkatan Udara.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatera, Yenti Elfina, mengonfirmasi dua dari total empat set Tower Emergency (TE) telah berhasil diterbangkan langsung dari Jakarta menggunakan pesawat angkut berat Hercules milik TNI AU dan telah mendarat di Sumatera Utara pada Jumat (5/6/2026).
Sementara itu, untuk dua set Tower Emergency sisa lainnya, saat ini sedang dalam perjalanan darat setelah dimobilisasi secara cepat dari logistik wilayah Aceh dan Sumatera Selatan.
"Kami bergerak cepat dengan mengerahkan personel lintas unit dan seluruh sumber daya terbaik yang dibutuhkan. Hari ini pesawat Hercules yang membawa dua set Tower Emergency dari Jakarta telah tiba di Sumatera Utara. Dukungan peralatan darurat ini sangat krusial untuk mempercepat proses pembangunan tower baru dan pemulihan sistem transmisi yang terdampak badai," kata Yenti, Jumat (5/6/2026).
Yenti memaparkan, fokus utama dari ratusan personel teknis PLN yang diterjunkan ke lokasi bencana saat ini adalah mendirikan Tower Emergency pada jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) berkapasitas 275 kV.
Jalur interkoneksi ini merupakan urat nadi strategis yang berfungsi mengalirkan pasokan daya utama untuk menstabilkan kembali kelistrikan di wilayah Sumut.
Berdasarkan blueprint perencanaan teknis di lapangan, megaproyek darurat ini ditargetkan dapat rampung total pada 14 Juni 2026 mendatang, dengan catatan kondisi cuaca di lokasi ramah dan akses medan mendukung.
"Pola kerja di lapangan kami berlakukan sistem sif bersiaga 24 jam penuh tanpa henti. Prioritas kami adalah percepatan konstruksi fisik tower darurat dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja (K3) yang ketat," ucap Yenti.
Imbas dari robohnya sistem tulang punggung transmisi SUTET 275 kV tersebut, PLN mengaku terpaksa masih harus menjalankan kebijakan manajemen pemadaman beban listrik secara terukur di beberapa titik wilayah Sumatera Utara.
Langkah pahit ini diambil demi menjaga stabilitas sisa jaringan listrik yang tersedia agar tidak mengalami ambruk massal (total blackout).
Merespons gelombang protes warga dan lembaga konsumen terkait pemadaman berulang ini, manajemen PLN secara terbuka menyampaikan permohonan maaf sekaligus mengapresiasi dukungan moril dari berbagai instansi terkait yang ikut membantu di area steril terdampak.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat selama proses pemulihan fisik ini berlangsung di lapangan. Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dukungan masyarakat, Pemerintah Daerah, serta sinergi TNI/Polri dalam percepatan ini. Perkembangan perbaikan berkala dapat dipantau langsung lewat aplikasi PLN Mobile," ujar Yenti. (hm25)
BERITA TERPOPULER





















