Monday, July 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Pengamat Soroti Lambatnya Pemulihan Bencana di Sumut, Pemprov Diminta Percepat Langkah Strategis

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 pukul 11.53 WIB
pengamat_soroti_lambatnya_pemulihan_bencana_di_sumut_pemprov_diminta_percepat_langkah_strategis

Satu unit mobil terperosok menghantam rumah warga menggambarkan kuatnya air banjir bandang di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel, Jumat (28/11/2025). (Foto: Iqbal/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pengamat sosial Sumatera Utara, Agus Suriadi menyampaikan beberapa poin penting yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam menanggulangi pemulihan pasca bencana yang terjadi di beberapa kabupaten/kota.

“Secara pribadi, saya sangat prihatin terhadap kondisi lambatnya penanganan pemulihan bencana di Sumut, mengingat banyaknya masyarakat yang kehilangan rumah dan harta benda,” katanya pada wartawan saat di konfirmasi, Senin (15/12/2025).

Menurutnya, kondisi psikologis masyarakat yang terdampak bencana longsor dan banjir di Sumut, pasrah yang tidak lepas dari minimnya langkah cepat dan terukur dari pemerintah.

Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara itu turut menyampaikan sejumlah saran dan masukan strategis yang dinilainya penting untuk dilakukan Pemprovsu dalam mempercepat pemulihan pasca bencana.

“Koordinasi antar lembaga dengan memperkuat koordinasi antara pemerintah lembaga, non pemerintah, dan organisasi masyarakat sipil. Hal ini penting untuk memastikan distribusi bantuan yang merata dan efisien,” ujar Agus.

Ia menekankan pentingnya peningkatan transparansi dalam proses pengelolaan bantuan dan pemulihan. Ia menilai, masyarakat perlu diberi informasi yang jelas tentang apa yang sedang dilakukan dan bagaimana mereka dapat terlibat.

“Begitu juga pada penguatan Infrastruktur, agar segera melakukan perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas kesehatan. Ini akan memudahkan akses untuk bantuan dan memfasilitasi mobilitas masyarakat,” ucapnya.

Ia menegaskan, program pemulihan ekonomi, dengan pengembangan yang mendukung masyarakat untuk memulai kembali usaha mereka. Misalnya, memberikan pelatihan keterampilan dan akses modal bagi pelaku usaha kecil.

“Selain pemulihan ekonomi, pentingnya kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan dukungan psikososial bagi korban bencana. Ini penting untuk membantu masyarakat menghadapi trauma dan membangun kembali semangat mereka,” ucapnya.

Ia turut menyarankan agar pemerintah dapat membuat rencana pemulihan jangka panjang yang mencakup pembangunan kembali yang lebih baik, dengan mempertimbangkan risiko bencana di masa depan.

“Hal itu tentunya penting dengan kejadiran partisipasi masyarakat dalam proses pemulihan. Mereka harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan agar solusi yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, pentingnya memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau dan melaporkan kebutuhan masyarakat secara real-time. Ia menilai hal itu dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

“Secara keseluruhan, perlu di ingat bahwa percepatan pemulihan bencana di Sumut memerlukan kolaborasi yang kuat antara semua pihak dan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dari keterpurukan dan membangun kembali kehidupan mereka dengan lebih baik.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN