Pemprov Sumut Rilis Dampak Sosial Bencana, Ratusan Sekolah hingga UMKM Terdampak

Salah satu rumah ibadah yang terkena dampak bencana alam banjir bandang di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) merilis dampak sektor sosial pada bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di Sumut. Pada sektor ini dirincikan mulai dari sekolah, rumah ibadah hingga UMKM yang terdampak.
Diketahui sejumlah bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem dan banjir rob terjadi di beberapa daerah di Sumut sejak 25 November 2025 lalu.
Menurut data yang diberikan Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya ratusan sekolah mulai dari tingkat sekolah dasar hingga atas mengalami kerusakan dan kerugian.
"Menurut data per 14 Desember 2025 diketahui 119 SMA, SMK, SLB, 123 SMP dan 361 SD terdampak bencana. Nilai kerugian mencapai Rp550,07 Miliar," ujarnya kepada Mistar, Senin (15/12/2025).
Kemudian Tuahta juga merincikan pada layanan kesehatan, setidaknya 18 Rumah Sakit, 25 Unit Puskesmas, 19 Pustu dan 9 Polindes juga terdampak bencana alam.
"Total kerugian pelayanan kesehatan Rp181,83 Miliar," ucapnya.
Selain itu, sebanyak 203 rumah ibadah tercatat terkena dampak dengan kerugian sebesar Rp19,5 Miliar. Puluhan ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sumut juga mengalami kerugian yang mencapai angka triliunan.
"79.214 UMKM terdampak dengan nilai kerugian 3,99 Triliun," tuturnya.
Tuahta mengatakan data tersebut bersifat sementara dan akan terus ditindaklanjuti kedepannya.
"Seluruh data bersifat estimasi atau sementara dan akan terus update, ini bersumber dari data posko darurat bencana sumut," katanya.


























