Pendidikan Sudah, Kerja Belum: Nasib Puluhan Ribu Manajer Kopdes Masih Menggantung

Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Pematangsiantar. (foto: hamzah/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Nasib puluhan ribu manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih hingga kini menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, para manajer Kopdes yang telah menempuh pendidikan di berbagai wilayah selama 1 bulan lebih, hingga kini belum mendapatkan kepastian bagaimana nasib mereka ke depan.
Hal itu diungkapkan langsung oleh beberapa manajer Kopdes saat dikonfirmasi Mistar. Mereka mengaku sudah satu bulan pasca pendidikan per 31 Juli 2026, belum ada kepastian bagaimana nasib mereka dalam mengemban tugas dan mendapatkan pekerjaan.
“Sudah satu bulan lebih pasca pendidikan, menganggur. Hingga saat ini belum ada informasi kapan kami bisa beraktivitas melaksanakan pekerjaan,” ujar pria berusia 22 tahun asal Kota Medan itu, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, beberapa alasan hingga kini dirinya dan puluhan ribu peserta lain belum mendapatkan kepastian dikarenakan masih minimnya dan adanya keterbatasan pembangunan titik lokasi Kopdes di berbagai daerah.
“Kemarin saat kami selesai pendidikan, ada beberapa informasi, katanya paling cepat di awal September 2026 ini kami sudah bekerja, sementara paling lama akhir September. Tapi ya inilah hingga kini masing nganggur,” katanya.
Menanggapi pertanyaan apakah ada legalitas sebagai kepribadian seorang manajer, ia mengaku bahwa dirinya telah menerima beberapa sertifikat dan ijazah bela negara sebagai bukti bahwa para peserta telah menempuh pendidikan.
“Saat selesai pendidikan, kami itu menerima ijazah bela negara, serta sertifikat manajerial dari Kementerian Koperasi dan BNSP. Itulah paling sejauh ini, belum ada seperti SK atau legalitas lainnya,” tuturnya.
Ia mengatakan pada masa pendidikan, dirinya mendapatkan penempatan di suatu barak militer yang berada di Provinsi Aceh. Sementara, beberapa rekannya yang juga lulus program tersebut menempuh pendidikan di wilayah Bogor hingga daerah lainnya.
“Yang pasti sudah banyak lah yang dikorbankan untuk Kopdes ini, jadi harapan kita semoga kami ini bisa cepat bekerja,” ucapnya.
Senada, manajer Kopdes lainnya asal Kabupaten Deli Serdang mengatakan, banyak para manajer yang telah mengorbankan pekerjaan sebelumnya demi menjadi manajer Kopdes.
“Kalau bicara pengorbanan, saya dulu kerja sebagai staf di salah satu perusahaan komersil. Tapi saya tinggalkan untuk Kopdes ini. Saat saya ikut pendidikan, banyak juga teman-teman yang rela putus pendidikan S-2 demi Kopdes. Tetapi setelah pendidikan malah nganggur seperti ini ya agak kaget juga sih,” tutur wanita 23 tahun yang tak ingin identitasnya dipublish.
Di sisi lain, ia menanggapi potensi gaji yang diterima dan mekanisme penempatan Kopdes ketika nantinya dapat bertugas.
“Kalau untuk gaji kalau tak salah bisa Rp7 sampai Rp8 juta ya. Itu tergantung penyesuaian UMP daerah juga. Untuk penempatan berdasarkan domisili. Tetapi jika di domisili itu sudah pas kuotanya sesuai titik koperasi, dan ada yang berbenturan satu domisili, maka yang diprioritaskan itu yang sudah berumah tangga, jadi yang belum bisa ditempatkan di daerah lain,” katanya.
Ia berharap Pemerintah dapat segera memberikan kepastian sampai kapan pihaknya untuk terus menanti dan menunggu untuk bekerja. Pasalnya, hingga saat ini banyak para manajer Kopdes yang kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki aktivitas imbas menanti kelanjutan nasib pasca pendidikan.
“Ya harapan kita dapat segera lah. Program Kopdes ini program mulia Pak Prabowo. Ketika kita memahami fungsi kehadiran Kopdes ini, saya rasa ekonomi Indonesia dapat meningkat dan stabil. Karena selama kami pendidikan, banyak pemahaman yang memang harus diketahui masyarakat terkait kebermanfaatan atas kehadiran Kopdes ini,” ucapnya.
























