Thursday, July 9, 2026
home_banner_first
MEDAN

Latar Belakang Pendidikan Anggota DPRD Pengaruhi Sikap dan Tindakannya

Mistar.idKamis, 9 Juli 2026 pukul 14.57 WIB
latar_belakang_pendidikan_anggota_dprd_pengaruhi_sikap_dan_tindakannya

Akademisi FISIP USU, Agus Suriadi. (Foto: Ari/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Pengamat Sosial Sumatera Utara (Sumut), Agus Suriadi, menilai latar belakang pendidikan dari seorang anggota DPRD akan memengaruhi sikap dan tindakannya.

Hal ini disampaikannya setelah adanya insiden intimidasi anggota DPRD terhadap seorang dokter di NTT.

"Pendidikan yang lebih tinggi sering kali memberikan wawasan lebih baik kepada Anggota DPRD tentang tanggung jawab sosial dan etika," ujarnya kepada Mistar, Kamis (9/7/2026).

Dijelaskan Agus, untuk menjadi seorang anggota dewan, pendidikan formal saja tidak cukup. Diperlukan sikap empati, etika, dan pemahaman terhadap profesi lain. Penting memilih calon legislatif dengan proses ketat.

"Contohnya seperti gigitan ular (yang dialami pasien dr Eliza Princila Utami Pakaenoni), sangat tergantung pada banyak faktor, termasuk kondisi pasien dan ketersediaan sumber daya. Itu yang harus dipahami anggota dewan. Bukan mengintimidasi," katanya.

Diketahui, tiga anggota DPRD TTU yang diduga mengintimidasi dr Elisa Princilia Utami Pakaenoni atau biasa dipanggil dr Icha adalah Therensius Lazakar dari Fraksi Golkar, Norbertus Tubani dari Fraksi PKB, dan Veronika Lake dari Fraksi PDI Perjuangan.

dr Icha ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri di lantai dua rumah orangtuanya, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 17.55 Wita. (berry)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN