Krisis Air Bersih Lumpuhkan 7 Kecamatan, Tirtanadi Targetkan Normal Kamis Sore

Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Aliran air bersih ke ribuan rumah pelanggan di tujuh kecamatan di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang terputus total sejak Selasa (9/6/2026) malam.
Perumda Tirtanadi memperkirakan layanan distribusi air bersih baru akan berangsur normal kembali pada Kamis (11/6/2026) siang atau sore hari.
Terhentinya pasokan air secara masif ini merupakan dampak dari terganggunya operasional Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Deli Tua setelah sejumlah komponen mesin vital mengalami kerusakan serta pecahnya pipa distribusi utama akibat pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di Sumatera Utara.
Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menjelaskan bahwa penghentian total produksi air terpaksa dilakukan untuk mempercepat proses perbaikan darurat di lapangan.
Ardian memaparkan kronologi kerusakan tersebut bermula dari tidak stabilnya pasokan listrik dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi listrik yang sering padam itu merusak mesin agitator dan memicu tekanan hidrolik ekstrem (water hammer) pada jaringan pipa.
"Kerusakan mesin terjadi akibat pemadaman listrik yang belakangan terjadi berulang kali sehingga banyak komponen mesin kami terganggu dan rusak. Hari ini kami terpaksa menghentikan produksi untuk memperbaiki kerusakan," kata Ardian, Rabu (10/6/2026).
Selain kerusakan mesin operasional di instalasi pengolahan, Tirtanadi juga harus mengganti Pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) berdiameter 1.000 milimeter yang pecah di kawasan Jalan Purwo Gang Family, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.
"Ketika listrik padam, mesin mati dan air kembali ke sumber awal. Begitu genset dihidupkan, air langsung ditekan kembali ke jaringan sehingga terjadi turbulensi tekanan di dalam pipa. Yang paling parah, pipa utama berdiameter 1.000 mm pecah dan harus diganti total," ucapnya.
Manajemen Tirtanadi mengonfirmasi bahwa penutupan aliran air pada jaringan JDU dilakukan sejak Selasa malam pukul 20.00 WIB dan diperkirakan berdampak hingga dua hari ke depan.
Berikut wilayah yang mengalami penurunan tekanan hingga air mati total:
- Kecamatan Deli Tua
- Kecamatan Medan Amplas
- Kecamatan Medan Kota
- Kecamatan Medan Area
- Kecamatan Medan Perjuangan
- Kecamatan Medan Maimun
- Sebagian wilayah Kecamatan Percut Sei Tuan.
Melalui video klarifikasi yang diunggah di akun media sosial Gubernur Sumatera Utara, Ardian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan air bersih yang berdampak pada aktivitas sehari-hari warga.
Sebagai langkah mitigasi selama proses perbaikan berlangsung, Tirtanadi menyiapkan bantuan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah yang terdampak.
"Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama proses perbaikan ini, kami menyediakan mobil tangki air bersih gratis di setiap kecamatan yang terdampak. Kami berharap doa dan dukungan masyarakat agar tim teknis di lapangan dapat menuntaskan perbaikan secepatnya sehingga besok siang atau sore air sudah bisa mengalir kembali," ujar Ardian. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pasien Viral yang Mohon Bantuan Bobby Nasution Akhirnya Dipulangkan, Biaya Rumah Sakit DicicilNEXT ARTICLE
IAKMI Sumut: Korban Begal Bisa Alami Beban Ganda






















