Tuesday, June 16, 2026
home_banner_first
MEDAN

Kodaeral I Kawal Pemulangan Nelayan Langkat yang Hanyut hingga Thailand

Mistar.idSelasa, 16 Juni 2026 13.30
journalist-avatar-top
KP
kodaeral_i_kawal_pemulangan_nelayan_langkat_yang_hanyut_hingga_thailand

Nelayan asal Langkat yang selamat dari insiden hanyut hingga perairan Thailand saat menjalani pendataan oleh Kodaeral I Belawan sebelum proses pemulangan ke Indonesia. (foto: Dispen/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Komando Daerah Angkatan Laut I (Kodaeral I) terus memantau dan mengawal penanganan Kapal Motor Nelayan (KMN) Teratai GT 6 asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, yang mengalami kerusakan mesin saat melaut di Perairan Selat Malaka pada Minggu (7/6/2026).

Dalam keterangan tertulis yang diterima MISTAR, Selasa (16/6/2026), Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral I Kolonel Wahyu Kurniawan menjelaskan, kejadian bermula ketika kapal kehilangan kemampuan manuver akibat kerusakan mesin dan hanyut selama lima hari.

Kapal tersebut terbawa arus hingga melewati perairan Malaysia dan memasuki wilayah Thailand dengan enam orang awak kapal di dalamnya.

Dalam upaya mencari pertolongan, dua anak buah kapal (ABK) nekat berenang menggunakan tutup fiber tempat penyimpanan ikan. Berkat bantuan nelayan Malaysia serta koordinasi antarnelayan di wilayah perbatasan, kedua ABK berhasil kembali ke Indonesia pada 15 Juni 2026 dan melaporkan kondisi rekan-rekannya yang masih berada di atas kapal.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, empat ABK lainnya berhasil diselamatkan oleh nelayan Thailand dan seluruhnya dalam kondisi selamat. Sementara itu, KMN Teratai ditarik oleh patroli Angkatan Laut Kerajaan Thailand menuju pelabuhan terdekat di sekitar Pulau Tarutao.

Panglima Kodaeral I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana, menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Thailand serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Songkhla guna mempercepat proses repatriasi empat nelayan beserta kapal yang masih berada di Thailand.

"Kodaeral I akan terus mengawal proses pemulangan para nelayan hingga kembali ke Indonesia dengan aman," ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh nelayan agar selalu memastikan kelaikan mesin kapal, kelengkapan alat keselamatan, serta sarana komunikasi sebelum melaut guna menjamin keselamatan pelayaran dan keamanan selama berada di laut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN