Friday, October 2, 2026
home_banner_first
MEDAN

Jemaah Haji Sumut Didominasi Perempuan, Atalia Praratya Minta Kuota Petugas Wanita Ditambah

Mistar.idJumat, 2 Oktober 2026 pukul 16.44 WIB
jemaah_haji_sumut_didominasi_perempuan_atalia_praratya_minta_kuota_petugas_wanita_ditambah_

Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (2/10/2026) - Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menyoroti dua isu penting terkait kesiapan jemaah calon haji asal Sumatera Utara untuk keberangkatan 2027.

Dalam kunjungan kerja spesifik di Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumut, Atalia menekankan perlunya penyesuaian layanan karena jemaah didominasi perempuan.

Menurutnya, yang paling krusial adalah pemahaman praktis jemaah sehari-hari, mulai dari penerbangan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

"Dari total jemaah Sumut sekitar 5.913 orang, jemaah perempuan mendominasi sekitar 3.300 orang dan laki-laki hanya 2.500 orang. Perlu penyesuaian komposisi petugas lapangan untuk memberikan perlindungan yang maksimal," katanya, Jumat (2/10/2026).

Atalia juga meminta kuota pendamping dan pembimbing ibadah perempuan pada penyelenggaraan haji 2027 ditingkatkan dari batas 33 persen yang telah ditetapkan.

"Kami berharap tidak ada penurunan jumlah petugas haji perempuan, termasuk pembimbing ibadah. Semoga bisa ditambah, karena kebutuhan spesifik perempuan yang mungkin tidak dipahami laki-laki," ucapnya.

Ia memberi catatan terkait kurikulum bimbingan manasik haji di daerah. Ia meminta Kanwil dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak hanya fokus pada edukasi teologis seputar rukun, wajib, dan sunah haji.

Menurutnya, literasi terkait tata krama muamalah dan penggunaan fasilitas modern jauh lebih mendesak karena persentase jemaah dari kawasan terpencil cukup tinggi.

"Banyak masyarakat dari wilayah terpencil bingung cara menggunakan toilet duduk, tidak tahu di pesawat harus menggunakan sabuk pengaman. Ada jemaah yang menahan buang air kecil selama sembilan jam karena tidak tahu dan takut ke toilet. Ada juga yang mengambil wudu di toilet pesawat hingga akhirnya banjir," ujarnya. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN