13.9 C
New York
Friday, April 12, 2024

Jelang Idul Fitri, Satgas Pangan Sumut Monitoring Harga ke Pasar Petisah Medan

Medan, MISTAR.ID

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah/2024, Satgas Pangan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang tergabung dari Disperindag Sumut, Pertanian, Ekonomi, Bank Indonesia Sumut, KPPU Kanwil I Medan, PUD Pasar Medan melakukan monitoring harga ke Pasar Petisah, Selasa (2/4/2024).

Monitoring harga ini dalam rangka stabilisasi harga dan ketersedian barang kebutuhan pokok di Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Hasil rapat kami beberapa hari yang lalu bersama Polda Sumut dan Pj Gubernur Sumut berpesan pada kami untuk melakukan pantauan beberapa hari menjelang Idul Fitri. Jadi, bukan hanya hari ini besok (Rabu) dan beberapa hari kedepan akan melakukan pantauan ke pasar-pasar,” sebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Provinsi Sumut, Mulyadi Simatupang pada wartawan.

Baca juga: Jelang Idul Fitri, Pj Gubernur Sumut Pastikan Stok Pangan Cukup dan Harga Stabil

Monitoring atau pemantauan ini dilakukan mereka untuk memastikan ketersedian bahan pokok strategis mulai dari beras, minyak goreng baik yang curah dan kemasan. Lalu komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam potong, lalu daging sapi/lembu.

“Dari beberapa komoditi itu ketersediaannya terpenuhi sampai lebaran nanti. Itu yang paling utama, kedua dari sisi harga hanya bawang merah yang mengalami kenaikan Rp40.000 per kg disebabkan distribusi dari daerah lain tidak masuk karena ada banjir dan lain-lain. Tapi komoditi lain harganya masih normal. Sebagai contoh beras SPHP harganya Rp57.500 per 5 kg, lalu cabai merah masih sekitar Rp42.000 per kg. Daging ayam masih sekitar Rp32.000 per kg. Lalu daging sapi Rp130.000 per kg. Itu memang harga yang masih stabil,” bebernya.

Untuk itu, Ia mengimbau kepada pedagang silahkan berjualan. Menjelang Idul Fitri ini tidak melarang orang mencari rezeki. Tapi bagaimana antara produsen dan pembeli ini harus terjadi keuntungan.

Baca juga:April 2024 Tak Ada Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

“Tidak ada yang rugi. Artinya tolong jangan dinaikkan harga secara signifikan. Dari komunikasi kita tadi para pedagang ini menyanggupi. Bahkan kalau kita tadi survei ada beberapa komoditi di beras lokal justru mengemba diri karena pembeli yang belum ramai dan masih sepi,” ungkapnya.

Setelah melakukan monitoring di pasar, pihaknya akan mencoba melakukan monitoring ke hulu seperti ke pengilangan padi, lalu distributor minyak goreng. Hal ini perlu ditelusuri juga sehingga menjelang Idul Fitri tidak ada spekulan.

“Ada spekulan ini yang kita khawatirkan. Kita juga tidak mau adanya penimbunan. Sebagai contoh yang membeli beras SPHP ini beberapa kali tapi berasnya di timbun. Maka kita udah ingatkan. Kita juga bekerjasama dengan PUD Pasar dan Pemko Medan  bahwa kondisi di Pasar Petisah ini stabil dan bahan-bahan pokok tersedia. Maka, kita imbau pada masyarakat tak perlu khawatir bahwa adanya isu ketersedian kurang dan harga tinggi tidak benar. Kita pastikan aman,” pungkasnya.

Baca juga: IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Pekan, Harga Emas Tembus Rekor

Ditambahkannya pihaknya juga mengimbau pedangan di momentum Idul Fitri setahun sekali pastinya pedagang ingin keuntungan. Tapi diminta pedagang untuk tidak menaikkan harga terlalu tinggi.

“Memang instrumen kami memastikan ketersedian bahan pokok yang mencukupi. Jadi bila memang mencukupi maka harga-harga tidak akan melambung tinggi. Mekanisme pasar ini juga tidak bisa kita hambat. Tapi kalau masih kisaran di bawah 15% peningkatan dan karena pengaruh inflasi biasanya 12% dan angka ini masih kita toleransi,” tutupnya.

Dalam monitoring ini, tampak mendampingi Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumut Arif Mandu, Kepala KPPU Kanwil I Medan, Rhido Pamungkas, Kepala PUD Pasar Medan Suwarno, Deputi Kepala Bank Indonesia Sumut, Yura Yura A Djalins dan jajaran lainnya. (anita/hm17)

Related Articles

Latest Articles