Friday, June 5, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Operasi Antik Toba 2026: Polres Langkat Bongkar 33 Kasus Narkoba, Selamatkan 17.700 Jiwa

Mistar.idJumat, 5 Juni 2026 16.09
journalist-avatar-top
BD
operasi_antik_toba_2026_polres_langkat_bongkar_33_kasus_narkoba_selamatkan_17700_jiwa

Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo beserta jajaran saat menunjukan barang bukti narkotika dalam konferensi pers di Mapolres Langkat. (foto:bayu/mistar)

news_banner

Langkat, MISTAR.ID

Polres Langkat mengungkap sebanyak 33 kasus tindak pidana narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026 yang berlangsung sejak 13 Mei hingga 2 Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 35 tersangka dan menyita ratusan gram sabu serta lebih dari dua kilogram ganja.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo saat menggelar konferensi pers di Mapolres Langkat, Jumat (5/6/2026) siang.

Menurut Kapolres, apabila seluruh barang bukti narkotika yang berhasil diamankan sempat beredar dan dikonsumsi masyarakat, maka diperkirakan dapat membahayakan sekitar 17.700 jiwa.

“Berdasarkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan selama Operasi Antik Toba 2026, Polres Langkat berhasil menyelamatkan kurang lebih 17.700 jiwa dari penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP David Triyo Prasojo.

Dari 33 perkara yang berhasil diungkap, polisi menyita barang bukti berupa:

- Narkotika jenis sabu seberat 782,88 gram.

- Narkotika jenis ganja lebih dari 2 kilogram.

Sementara itu, dari total 35 tersangka yang diamankan, terdiri atas 34 laki-laki dan satu perempuan.

Berdasarkan peran masing-masing, sebanyak 30 orang merupakan pengedar, sedangkan empat orang lainnya merupakan pengguna narkotika. Proses hukum terhadap para tersangka dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, dengan membedakan penanganan antara pengedar dan pengguna.

Kapolres menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berkolaborasi bersama. Kami yakin dengan kerja sama yang aktif dan efektif antara kepolisian dan masyarakat, perang terhadap narkotika dapat dituntaskan sehingga Kabupaten Langkat dapat terbebas dari narkoba,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyampaikan bahwa Polres Langkat berhasil menempati peringkat ketiga terbaik di jajaran Polda Sumatera Utara dalam pengungkapan kasus peredaran narkotika selama pelaksanaan Operasi Antik Toba 2026. Sementara posisi pertama ditempati oleh Polrestabes Medan.

Polres Langkat berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh warga dapat terus diperkuat guna menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Langkat. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN