Friday, June 5, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Lo Kheng Hong Sebut Koreksi IHSG 2026 sebagai Hujan Emas, Ini Saham yang Dikoleksi

Mistar.idJumat, 5 Juni 2026 16.20
journalist-avatar-top
lo_kheng_hong_sebut_koreksi_ihsg_2026_sebagai_hujan_emas_ini_saham_yang_dikoleksi

Ilustrasi IHSG (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham Indonesia sepanjang 2026, investor kawakan Lo Kheng Hong justru memandang kondisi tersebut sebagai peluang besar untuk berinvestasi. Saat banyak pelaku pasar diliputi kekhawatiran akibat koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Lo memilih memanfaatkan momentum untuk mengakumulasi saham-saham pilihan.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, IHSG ditutup di level 5.839 pada awal Juni 2026. Posisi tersebut menunjukkan pelemahan lebih dari 33 persen sejak awal tahun, menjadikan 2026 sebagai salah satu periode yang menantang bagi investor pasar modal.

Meski demikian, Lo Kheng Hong menilai koreksi yang terjadi bukanlah alasan untuk menjauhi pasar saham. Sebaliknya, ia menganggap penurunan harga sejumlah saham unggulan sebagai kesempatan langka untuk membeli aset berkualitas dengan harga yang lebih murah.

Dalam pandangannya, keluarnya dana asing dari pasar domestik telah menekan harga banyak saham berfundamental kuat. Kondisi ini menciptakan valuasi yang lebih menarik bagi investor yang memiliki orientasi jangka panjang.

Lo bahkan mengibaratkan situasi saat ini sebagai "hujan emas" di Bursa Efek Indonesia. Menurutnya, investor yang memiliki kesiapan dana dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengumpulkan saham-saham potensial yang sedang diperdagangkan pada harga diskon.

Optimisme tersebut tercermin dari aktivitas investasinya dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu saham yang kembali ditambah kepemilikannya adalah PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Lo membeli jutaan lembar saham perusahaan tersebut sehingga porsi kepemilikannya meningkat di atas lima persen.

Selain SIMP, ia juga tercatat menambah kepemilikan saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Langkah tersebut menunjukkan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang emiten yang bergerak di sektor manufaktur ban tersebut.

Di sektor perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masih menjadi salah satu pilihan utama dalam portofolionya. Lo menilai saham perbankan besar tetap menarik, terutama karena kemampuan menghasilkan dividen yang stabil bagi pemegang saham.

Sementara itu, PT ABM Investama Tbk (ABMM) juga masih menjadi bagian penting dari investasinya. Kepemilikan yang cukup besar pada emiten tersebut berpotensi memberikan pendapatan dividen yang signifikan bagi Lo Kheng Hong.

Di sisi lain, pasar saham Indonesia sempat diwarnai isu terkait kemungkinan perubahan status Indonesia dalam indeks MSCI. Namun, Bursa Efek Indonesia memastikan kabar mengenai penurunan status Indonesia dari kategori emerging market menjadi frontier market tidak benar.

Manajemen BEI menegaskan optimisme bahwa Indonesia tetap akan mempertahankan posisinya sebagai pasar berkembang. Berbagai reformasi pasar modal yang dilakukan bersama regulator disebut menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pasar domestik.

Sejumlah pembaruan yang telah dilakukan meliputi peningkatan transparansi data pemegang saham, penguatan tata kelola pasar, serta penyempurnaan aturan free float. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Bagi Lo Kheng Hong, kondisi pasar yang sedang terkoreksi bukanlah ancaman, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan dengan strategi yang tepat. Filosofi investasi berbasis nilai yang selama ini diterapkannya kembali terlihat saat banyak investor memilih menunggu, sementara ia justru terus melakukan akumulasi saham.

Pendekatan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam dunia investasi, periode penurunan pasar sering kali membuka kesempatan terbaik untuk memperoleh saham berkualitas dengan harga yang lebih menarik bagi investor jangka panjang.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN