IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.191 Jelang Libur Iduladha

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Jakarta, MISTAR.ID
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026) di tengah sentimen wait and see menjelang libur panjang Iduladha.
Pada awal perdagangan, IHSG turun 15,09 poin atau 0,24 persen ke posisi 6.191,26. Indeks bergerak di kisaran 6.190,84 hingga 6.204,58.
Nilai transaksi pada awal perdagangan tercatat sebesar Rp236,3 miliar dengan volume 445,9 juta saham dan frekuensi 45 ribu kali transaksi.
Sebanyak 293 saham menguat, 141 saham melemah, dan 525 saham bergerak stagnan.
Pelaku pasar diperkirakan cenderung menahan transaksi menjelang penutupan pasar selama libur Idul Adha pada Rabu dan Kamis, sebelum kembali dibuka pada Jumat.
Dari sentimen global, pasar turut mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di Doha terkait upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan.
Pembahasan disebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan isu nuklir Iran, meski kedua negara dinilai belum mencapai kesepakatan final.
Optimisme terhadap proses negosiasi tersebut turut menekan harga minyak dunia. Minyak Brent tercatat turun 7 persen ke level US$96,14 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah lebih dari 6 persen ke posisi US$90,30 per barel.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan baik, namun memperingatkan kemungkinan serangan kembali apabila diplomasi gagal.
Sementara itu, bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan pagi. Indeks utama Korea Selatan mencetak rekor tertinggi baru di level 8.094,90, sedangkan indeks Kosdaq menguat 2,12 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,18 persen setelah sebelumnya menembus level 65.000 untuk pertama kalinya. Indeks Topix juga melemah 0,36 persen, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,17 persen.
Futures indeks Hang Seng Hong Kong turut bergerak di zona negatif. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Harga Emas Antam di Medan Turun Tipis Jadi Rp2,798 Juta per GramBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER






















