DJPPR Kemenkeu Tekankan Literasi Keuangan di Era Digital, Edukasi Investasi untuk Mahasiswa USU

Foto bersama usai kegiatan literasi di FEB USU.(Foto: Humas USU/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (1/10/2026) - Literasi keuangan merupakan bekal penting dalam merencanakan keuangan, memahami investasi, serta mengendalikan perilaku konsumtif.
Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI, Ubaidi Socheh Hamidi, dalam kegiatan edukasi literasi keuangan di Aula Prof. Dr. Suhadji FEB Universitas Sumatera Utara, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan, literasi keuangan merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki generasi muda di tengah dinamika geopolitik, perkembangan pasar keuangan, dan perubahan teknologi yang menuntut sikap adaptif.
"Kita sudah mendengar laporan BPS yang menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen pada triwulan II tahun 2026," katanya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting yang perlu didukung pengelolaan keuangan masyarakat secara bijak. Generasi muda harus mampu mengelola dan melindungi aset keuangannya.
Para mahasiswa, kata dia, harus memanfaatkan kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 serta Edukasi dan Sosialisasi Saving Bond Ritel seri SBR015 yang mengusung tema 'Cerdas Finansial di Era Digital: Bijak Bertransaksi, Aman Berinvestasi' untuk menambah wawasan terkait investasi dan Surat Berharga Negara (SBN) ritel.
Pemahaman terkait SBN, sebutnya, akan menciptakan budaya investasi berkelanjutan serta mendorong masyarakat lebih aktif mengelola aset dan rencana keuangan pribadi. Selain mendukung pembiayaan pembangunan, SBN juga dapat memberikan manfaat finansial bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama USU, Prof. Himsar Ambarita, mendorong peserta yang merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USU untuk menggali ilmu dari para narasumber yang hadir, baik dari jajaran Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, maupun instansi lainnya.
"Edukasi tentang keuangan ini sangat penting, apalagi dalam berinvestasi. Agar tidak semata-mata berdasar pada tren maupun ajakan media sosial yang belum tentu benar," katanya.(hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Beras Premium Lenyap di Ritel Modern Medan, KPPU Singgung Aturan HET dan Celah Pasar











































