Sering Dibuang, Tiga Bagian Makanan Ini Justru Jadi Hidangan Istimewa di Negara Lain

Semangka. (Foto: Radar Madiun)
Jakarta, MISTAR.ID – Sebuah makanan yang dianggap istimewa dan bernilai di suatu negara, belum tentu memiliki pandangan serupa di negara lain. Bahkan, bagian makanan yang menjadi hidangan favorit di satu tempat justru bisa berakhir di tempat sampah di belahan dunia berbeda.
Perbedaan budaya dan kebiasaan kuliner membuat sejumlah bahan makanan memiliki nasib yang bertolak belakang. Bagian yang dianggap lezat oleh sebagian masyarakat justru kerap dipandang sebagai limbah oleh masyarakat lainnya.
Lantas, apa saja makanan yang menjadi hidangan favorit di satu negara, tetapi justru dibuang di negara lain? Berikut ulasannya seperti dilansir dari Go2Tutors, Kamis (22/10/2026).
1. Kulit Semangka
Saat menyantap semangka, kebanyakan orang hanya mengambil bagian daging buah yang berwarna merah dan membuang kulitnya. Namun, kebiasaan tersebut tidak berlaku di sejumlah wilayah Amerika Selatan.
Di sana, kulit semangka justru dimanfaatkan sebagai bahan olahan acar. Bagian yang biasanya dianggap tidak berguna ini diolah hingga menghasilkan tekstur padat dengan cita rasa perpaduan manis dan asam.
Untuk memperkaya rasanya, acar kulit semangka biasanya diberi tambahan rempah-rempah, seperti cengkeh. Tradisi mengolah kulit semangka menjadi acar bahkan telah diwariskan secara turun-temurun.
Kebiasaan serupa juga ditemukan di China. Masyarakat setempat mengolah kulit semangka dengan cara menumisnya bersama bawang putih dan cabai. Hidangan tersebut kemudian disajikan sebagai pelengkap menu sayuran.
2. Ceker Ayam
Bagi masyarakat China, ceker ayam bukan sekadar bagian tubuh unggas yang tersisa setelah dagingnya diolah. Bahan makanan ini justru menjadi salah satu hidangan favorit yang kerap dijumpai dalam menu dimsum.
Sebelum disajikan, ceker ayam dibersihkan dan direbus terlebih dahulu. Selanjutnya, bahan tersebut dimasak menggunakan racikan bumbu dan rempah khas China, kemudian dikukus kembali hingga teksturnya empuk dan bumbu meresap sempurna.
Cita rasanya didominasi perpaduan gurih dan manis, dengan sentuhan pedas serta aroma rempah khas masakan China.
Namun, anggapan berbeda justru ditemukan di negara lain, termasuk Amerika Serikat. Di sana, ceker ayam umumnya tidak diolah menjadi hidangan istimewa. Bagian tersebut biasanya dipisahkan, dikemas, kemudian diekspor ke negara lain.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana bagian tubuh hewan yang dianggap lezat dan bernilai di suatu negara justru tidak mendapat tempat yang sama di negara lainnya.
3. Cod Tongue
Namanya mungkin membuat sebagian orang mengira makanan ini berasal dari lidah ikan cod. Padahal, cod tongue bukanlah lidah, melainkan bagian otot yang terdapat di sekitar rahang bawah dan tenggorokan ikan tersebut.
Bagian ini memiliki tekstur lembut dengan kandungan jaringan ikat yang cukup banyak. Cita rasanya gurih, sementara teksturnya sedikit kenyal sehingga cocok diolah menjadi beragam hidangan.
Salah satu cara penyajiannya adalah dengan melapisi cod tongue menggunakan tepung dan bumbu, kemudian menggorengnya hingga matang. Selain itu, bahan ini juga bisa dimasak menggunakan mentega dan minyak.
Cod tongue dikenal sebagai salah satu hidangan tradisional yang digemari masyarakat Norwegia hingga Islandia. Di Newfoundland, makanan ini bahkan memiliki tempat tersendiri sebagai hidangan rumahan atau comfort food.
Masyarakat setempat biasanya menggoreng cod tongue bersama potongan lemak babi asin yang telah dicairkan. Sajian tersebut bukan hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga menghadirkan kenangan dan kerinduan terhadap masakan rumah.
Berbeda dengan kebiasaan tersebut, di sejumlah tempat lain bagian rahang bawah ikan cod justru tidak dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Saat ikan diolah untuk dipasarkan, bagian tersebut dipisahkan dan kerap dibuang bersama jeroan serta bagian lain yang tidak digunakan.[]
PREVIOUS ARTICLE
Resep Nasi Bakar Ayam Suwir Kemangi, Gurih dan Wangi








































